- Sinuhun PB XIV Purboyo viral sebab memakai jarik parang terbalik saat acara halalbihalal pada Kamis, 26 Maret 2025.
- Kejadian ini dibenarkan oleh GKR Panembahan Timoer karena kekeliruan penata busana akibat terburu-buru.
- PB XIV Purboyo sempat mengganti jarik yang salah tersebut dan diminta tidak perlu dikaitkan dengan pertanda alam.
SuaraSurakarta.id - Sinuhun Paku Buwono (PB) XIV Purboyo menjadi viral dan perbincangan di media sosia.l (medsos) khususnya di Facebook (FB).
Pasalnya saat acara halalbihalal, Kamis (26/3/2025), PB XIV Purboyo memakai jarik yang bermotif parang kebalik. Bahkan PB XIV Purboyo sempat masuk ke dalam untuk mengganti jarik.
Dari penelusuran di medsos yang diunggah di grup FB 'Pemerhati Karaton Mataram Hadiningrat'. Tertulis.
"Gusti Purbaya awalnya menghadiri acara dengan jarik terbalik, kemudian saat sesi acara sudah berjalan cukup lama sepertinya hal itu baru disadari oleh orang-orang sekitar yang membuat Gusti Purbaya sempat berganti pakaian," tulis salah satu anggota grup tersebut seperti dilihat, Senin (30/3/2026).
Baca Juga:Kontroversi Malam Selikuran: Dua Kubu Keraton Solo Gelar Kirab Berbeda, Siapa yang Benar?
Dalam akun tersebut juga tertulis dengan mempertanyakan siapakah Pranata Busono.
"Netizen ramai mempertanyakan siapakah Pranata Busono nya apakah masih magang? Ataukan ini kode alam?" Tulisnya.
Kejadian jarik motif parang terbalik tersebut dibenarkan oleh Pengageng Sasana Wilapa Paku Buwono XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay Kusuma Dewayani.
Timoer menyebut PB XIV Purboyo memang berganti jarik saat prosesi halalbihalal karena lereng atau motif batik parang terbalik.
"Itu hanya karena lerengnya kuwalik (terbalik)," ujarnya saat dihubungi awak media, Senin (30/3/2026).
Baca Juga:Desak Pemerintah Audit Dana Hibah Keraron Solo, Ketua FBM: Masyarakat Berhak Tahu!
Timoer mengatakan tahu ada kekeliruan, lalu jarik Paku Buwono XIV Purbaya diganti. Memang saat menata busana PB XIV Purbaya ada kekeliruan pada penata busana.
"Ganti jarik, karena ternyata yang miru (melipat) jarik juga salah," ucapnya.
Timoer mengaku saat memakai busana dalam kondisi terburu-buru. Sehingga ada kesalahan saat PB XIV Purboyo memakai jarik.
"Wajar saja ketika kita terburu-buru kemudian ada kesalahan, karena sebetulnya kemarin kita semua itu sedang diare. Saya, Gusti Sekar, ibu dan beliau itu dari malam sebelumnya sedang diare karena kami mungkin salah makan sesuatu, ini hanya karena terburu-buru saja sih," papar dia.
Putri dalem PB XIII ini minta agar masalah tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Bahkan dikaitkan dengan pertanda alam atau yang lain.
"Menurut saya tidak ada yang perlu perhatian khusus atau dikait-kaitkan dengan pertanda dan lain sebagainya ya. Ini kan hanya hal kecil yang bisa segera dibetulkan lagi," tandasnya.