- Rumah makan Bebek Ungkep Pawon Ayu Kartasura memberikan apresiasi motor seharga Rp 20 juta kepada 29 karyawan pada 16 Maret 2026.
- Pemberian apresiasi mendadak ini dilakukan setelah THR uang dibagikan, berasal dari sisa dana yang tidak terencana sebelumnya.
- Owner Agung Widiatmoko memberikan kejutan motor Honda Beat tersebut kepada semua karyawan setelah acara makan bersama setelah salat Tarawih.
SuaraSurakarta.id - Momen lebaran Idul Fitri 2026 menjadi spesial bagi karyawan rumah makan Bebek Ungkep Pawon Ayu Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.
Bagaimana tidak, karena semua karyawan mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) berupa sepeda motor seharga kurang lebih Rp 20 juta per unit. Pemberian dilakukan pada, Senin (16/3/2026) kemarin.
Total ada 29 karyawan yang mendapatkan apreasiasi sepeda motor dari owner Bebek Ungkep Pawon Ayo Kartasura. Itu semua karyawan, baik karyawan lama maupun baru.
Pemberian apresiasi berupa sepeda motor ini dilakukan secara mendadak tidak direncanakan, hanya memerlukan waktu dua hari saja.
Baca Juga:Tuntas! Jaksa Eksekusi Uang Penggelapan Rp9,7 Miliar di Kasus Pegawai Bank Jateng
"Kalau THR sebenarnya sudah kita bagikan karena memang itu haknya. Kalau yang kemarin itu ya apresiasi lah, tapi karena momennya pas menjelang lebaran diberi nama THR," terang Owner Bebek Ungkep Pawon Ayu Kartasura, Agung Widiatmoko (47) saat ditemui, Rabu (18/3/2026).
Agung mengatakan pemberian THR motor ini tidak direncanakan sebelumnya. Kebetulan dana untuk THR berupa uang sudah cukup dan ada sisa terus dibelikan motor untuk karyawan.
"Saya itu bukan orang yang suka memplaningkan merencanakan sesuatu atau mencita-citakan sesuatu tidak, pokoknya mengalir. Dalam diri saya ini tertanam ketika saya dititipi rezeki itu, saya agak takut itu," ungkapnya.
"Jadi kemarin sebelum THR, ini saya hitung dan cukup. Terus kira-kira kok masih ada sisa, terus saya, ya sudah tak belikan motor saja," lanjut dia.
Agung mengaku hanya butuh waktu dua hari untuk memikirkan dan memutuskan itu. Jadi dua hari sebelum ke dealer, dari dealer minta waktu satu minggu.
Baca Juga:Takut dan Khawatir, Calon Jemaah Umroh di Solo Minta Cancel Pemberangkatan
"Hanya butuh waktu dua hari saja atau dua hari sebelum ke dealer. Saya minta itu Honda Beat seri tertinggi, ternyata itu ada tiga warna dan kemudian diberikan ke karyawan," kata dia.
Untuk proses pemberian itu secara surprise dan karyawan tidak tahu. Karyawan itu dikumpulkan malam-malam setelah salat tarawih dengan agenda makan bareng.
"Kita panggil tukang somay, bakso, sate, dan ronde ke sini. Habis itu saya umumkan kalian dapat motor. Jadi surprise, karyawan tidak tahu, tahunya saya undang buat makan bareng," jelasnya.
Agung menyebut satu motor harganya sekitar Rp 20 juta sekian, awalnya itu Rp 22 juta terus dapat diskon. Total uang yang dikeluarkan untuk membeli motor it hampir Rp 600 juta.
"Itu untuk 29 karyawan, saya tidak melihat masa kerja jadi baik yang baru atau lama dapat semua. Dulu ada juga yang kita umrohkan," sambung dia.
Ketika disinggung uang tersebut berasal dari keuntungan jualan bebek ungkep, Agung enggan menyampaikan secara pasti.