- Video "bintang berekor" viral di media sosial memicu spekulasi publik mengenai tanda kiamat seperti dukhan.
- Ustadz Khalid Basalamah menyatakan hadits bintang berekor terkait dukhan tidak sahih dan merupakan riwayat palsu.
- Fenomena alam yang viral tidak berkaitan langsung dengan hadits shahih mengenai 70.000 pengikut Dajjal dari Isfahan.
Adapun hadits shahih riwayat Muslim tentang 70.000 pengikut Dajjal dari Isfahan memang benar adanya. Namun hadits tersebut tidak berkaitan langsung dengan fenomena bintang berekor yang sedang viral.
Para ulama menjelaskan bahwa hadits itu adalah informasi tentang kondisi di masa kemunculan Dajjal kelak, bukan tanda yang bisa dipastikan waktunya melalui fenomena langit tertentu hari ini.
Dengan kata lain, menghubungkan video viral dengan hadits tersebut adalah bentuk penarikan kesimpulan yang terlalu jauh.
5. Sikap Bijak Menghadapi Fenomena Viral
Baca Juga:Kembalinya 'Si Anak Hilang', Persis Solo Lepas 3 Pemain ke Timnas Indonesia U-23
Fenomena seperti ini seharusnya menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk Tabayyun sebelum menyebarkan informasi, Merujuk kepada penjelasan ulama yang kredibel, Tidak mudah terpancing narasi kiamat tanpa dasar dan Memahami perbedaan antara fenomena alam dan tanda besar kiamat.
Ramadhan seharusnya menjadi momentum memperbanyak ibadah dan menenangkan hati, bukan justru dipenuhi kepanikan akibat informasi yang belum jelas kebenarannya.
Kemunculan “bintang berekor” yang viral di media sosial memang menarik perhatian. Namun berdasarkan penjelasan para ulama, termasuk Ustadz Khalid Basalamah, tidak ada bukti sahih yang mengaitkan fenomena tersebut dengan dukhan atau tanda kiamat.
Hadits tentang 70.000 pengikut Dajjal dari Isfahan adalah riwayat yang shahih, tetapi tidak relevan untuk dikaitkan dengan video viral yang beredar saat ini.
Sikap terbaik bagi seorang muslim adalah tetap tenang, memverifikasi informasi, dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi sensasional. Fokus utama di bulan Ramadhan tetaplah memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri, sambil menyikapi setiap fenomena dengan ilmu dan kehati-hatian.
Baca Juga:Berkah Ramadan untuk Ramadhan Sananta: Penutup Pesta Timnas Indonesia di Hanoi
Kontributor : Dinar Oktarini