- Kehadiran Bajaj Maxride di Solo adalah alternatif transportasi inklusif yang melayani kebutuhan mobilitas perkotaan berbeda dari ojek online.
- Bajaj berfungsi ganda sebagai angkutan penumpang dan kendaraan niaga operasional untuk mendukung sektor wisata serta komersial Solo.
- Maxride berkomitmen kolaboratif, membuka pendaftaran bagi driver ojek online dan aktif berkoordinasi dengan komunitas transportasi lain.
SuaraSurakarta.id - Kehadiran Bajaj Maxride di Kota Solo merupakan bagian dari upaya menghadirkan alternatif moda transportasi yang beragam dan inklusif (Terbuka dan Saling Mendukung), sejalan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan yang terus berkembang.
Max Auto menegaskan bahwa segmentasi pasar yang dilayani berbeda dengan ojek online (ojol).
Layanan Max Auto lebih mengarah pada penggunaan kendaraan roda dua dan roda tiga (Bajaj) yang memiliki karakteristik tersendiri, baik dari sisi kapasitas, fungsi, maupun fleksibilitas penggunaan.
Lebih dari sekadar kendaraan umum, Bajaj juga berperan sebagai kendaraan niaga dan operasional. Pengalaman di Yogyakarta menunjukkan bahwa banyak hotel, kawasan wisata, dan area komersial yang telah membeli unit Bajaj untuk digunakan sebagai shuttle tamu, transportasi internal kawasan, hingga angkutan barang operasional.
Model pemanfaatan ini juga dinilai relevan untuk diterapkan di Kota Solo, yang memiliki banyak area wisata, kawasan budaya, dan pusat aktivitas masyarakat.
Baca Juga:Wali Kota Solo Targetkan Efisiensi Anggaran WFA Capai 29%, Dana Dialihkan ke Pembangunan
Kehadiran Bajaj Maxride di Solo bukan untuk menggantikan moda transportasi yang sudah ada, melainkan untuk mendukung keberagaman pilihan transportasi.
Dengan ekosistem transportasi yang saling melengkapi, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak opsi mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
"Kami akan tetap memberikan layanan operasional kami demi kepentingan Warga Masyarakat Kota Solo. Karena berdasarkan pemantauan kami di berbagai Lini masa Sosial Media, Sangat banyak warga solo yang mendukung dan berharap kami dapat tetap melayani mereka di kota Solo, Hal ini kami dapatkan dari hasil pemantauan langsung sentimen positif dari pengguna Bajaj Maxride di berbagai Konten terkait Bajaj baik itu yang di terbitkan oleh pihak internal maupun pihak external Bajaj," kata dia.
Sebagai platform transportasi, Bajaj Maxride juga menegaskan komitmennya sebagai layanan yang inklusif dan terbuka untuk kolaborasi. Perusahaan membuka pintu selebar-lebarnya bagi driver ojek online yang ingin mendaftar sebagai mitra driver Bajaj Maxride.
"Kita membuka pintu selebar-lebar nya apabila ada driver Ojol ingin mendaftar menjadi driver Bajaj karena kami ingin membuktikan bahwa kami bukan moda transportasi yang eksklusif, melainkan kami Inklusif dan selalu ingin bekerja sama dengan komunitas driver moda transportasi lain nya di setiap kesempatan," jelas dia.
Baca Juga:Tinjau Talud Longsor di Nusukan, Respati Ardi Minta Penanganan Komprehensif
“Kami ingin membuktikan bahwa Bajaj bukan moda transportasi yang eksklusif. Kami justru ingin tumbuh bersama dan bekerja sama dengan komunitas driver moda transportasi lainnya di setiap kesempatan,” tambahnya.