Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut

Penyerahan SK Cagar Budaya Keraton Solo kacau akibat protes kubu PB XIV. Menbud Fadli Zon pindah lokasi & minta masalah internal diselesaikan keluarga.

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 18 Januari 2026 | 16:49 WIB
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
Kerabat keraton Solo saat protes kepada Menbud Fadli Zon soal penyerahan SK kepada Tedjowulan. (Suara.com/Ari Welianto)
Baca 10 detik
  • Menteri Kebudayaan menyerahkan SK Penunjukan Pelaksana Kawasan Cagar Budaya Keraton Surakarta kepada Tedjowulan pada 18 Januari 2026.
  • Penyerahan SK sempat tertunda dan dipindahkan lokasinya akibat protes keras dari kubu PB XIV Purboyo.
  • Penunjukan ini bertujuan memastikan revitalisasi dan pemeliharaan bangunan bersejarah Keraton Kasunanan Surakarta yang memerlukan perbaikan.

Fadli Zon menjelaskan bahwa penunjukan ini sudah berdasarkan rapat bersama dengan Kementerian dan Lembaga terkait termasuk Kepolisian, Kementerian Dalam Negeri Kementerian PU, Kementerian Pariwisata.

"Telah bersepakat ya, untuk menunjuk penanggung jawab karena kita berharap keraton yang bersejarah ini harus terjaga perawatannya. Tadi saya telah meninjau, mungkin belum semua ya, tapi sebagian besar nih bersama Pak Dirjen khususnya. Ternyata memang perlu, ya, cukup banyak pekerjaan rumah untuk melakukan revitalisasi. Bangunan-bangunan, gedung-gedung, tempat-tempat yang penting bersejarah yang ada di Keraton ini, yang kebanyakan juga  kosong," papar dia.

"Ya, perlu mulai dari pembersihan, renovasi, revitalisasi. Karena ini sudah menjadi kawasan cagar budaya nasional, karena itu. Saya kira ke depan setelah ditunjuk Panembahan Agung sebagai pelaksana, maka kita harapkan beliau bisa melakukan pemetaan, ya. Untuk bekerja sama dengan seluruh pihak Keraton, lembaga adat, dan juga keluarga besar keraton lain terhadap cagar-cagar budaya yang segera perlu direvitalisasi," sambungnya. 

Fadli Zon minta agar Panembahan Agung Tedjowulan bisa melakukan musyawarah mengenai persoalan di internal keraton. Karena persoalan tersebut harus diselesaikan secara keluarga.

Baca Juga:Duh! Libur Nataru Museum Keraton Solo Masih Digembok

"Kita juga berharap Panembahan Agung untuk melaksanakan musyawarah. Nah, ini kan urusan keluarga besar keraton kita menyaksikan masih ada perbedaan-perbedaan pendapat, masih ada mungkin hal-hal yang perbedaan, kesalahpahaman, dan lain-lain, ini yang perlu diluruskan, kami dari pemerintah," ujarnya.

"Menunjuk beliau sebagai pelaksana sekaligus penanggung jawab, sehingga harus ada dari pemerintah itu yang bisa nanti menjadi semacam pelaksana dan penanggung jawab yang akuntabel, yang transparan dan kami menilai beliau adalah senior yang banyak pengalaman," tandas dia.

Kontributor : Ari Welianto

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak