Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut

Penyerahan SK Cagar Budaya Keraton Solo kacau akibat protes kubu PB XIV. Menbud Fadli Zon pindah lokasi & minta masalah internal diselesaikan keluarga.

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 18 Januari 2026 | 16:49 WIB
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
Kerabat keraton Solo saat protes kepada Menbud Fadli Zon soal penyerahan SK kepada Tedjowulan. (Suara.com/Ari Welianto)
Baca 10 detik
  • Menteri Kebudayaan menyerahkan SK Penunjukan Pelaksana Kawasan Cagar Budaya Keraton Surakarta kepada Tedjowulan pada 18 Januari 2026.
  • Penyerahan SK sempat tertunda dan dipindahkan lokasinya akibat protes keras dari kubu PB XIV Purboyo.
  • Penunjukan ini bertujuan memastikan revitalisasi dan pemeliharaan bangunan bersejarah Keraton Kasunanan Surakarta yang memerlukan perbaikan.

SuaraSurakarta.id - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyerahkan Surat Keputusan Nomor 8 Tahun 2026 tentang Penunjukan Pelaksana Perlindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta kepada Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan, Minggu (18/1/2026).

Rencana awal, penyerahan SK akan dilakukan di Sasana Parasdya tempat prosesi berlangsung. Namun gagal, karena ada protes dan penolakan dari kubu Paku Buwono (PB) XIV Purboyo.

Prosesi acara awalnya berlangsung lancar dan khidmat dengan diawali pembukaan. Kemudian sambutan dari Wali Kota Solo Respati Ardi dan Menbud Fadli Zon.

Usai sambutan Menbud, akan dilakukan prosesi penyerahan SK secara simbolis dengan mengundang maju Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan bersama GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti Moeng).

Baca Juga:Duh! Libur Nataru Museum Keraton Solo Masih Digembok

Namun tiba-tiba ada protes dan penolakan dari kubu PB XIV Purboyo, yakni GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani. Bahkan Gusti Timoer sempat maju ke podium dan mengambil pengeras suara, kemudian menyampaikan protes ke menteri.

Bahkan GKR PB XIII bersama kerabat dan keluarga yang lain ikut. Insiden tersebut membuat Menbud kaget dan suasana sempat panas.

Abdi dalem yang ada sempat menyoraki Gusti Timoer yang sedang berbicara menyampaikan keberatan. Bahkan mic yang dipakai Gusti Timoer untuk berbicara dimatikan.

Diskusi antara Menbud Fadli Zon dan pihak PB XIV Purboyo sempat terjadi.

Menbud tampak mendengarkan tanggapan dan berjanji akan menyediakan waktu untuk mendengarkan lebih lanjut keberatan tersebut dalam kondisi yang kondusif.

Baca Juga:Penuhi Syarat Jadi Raja, PB XIV Hangabehi Genap Salat Jumat 7 Kali di Masjid Agung

GKR Timoer Rumbay saat protes kepada Menbud Fadli Zon soal penyerahan SK kepada Tedjowulan. (Suara.com/Ari Welianto)
GKR Timoer Rumbay saat protes kepada Menbud Fadli Zon soal penyerahan SK kepada Tedjowulan. (Suara.com/Ari Welianto)

Tak berselang lama suasana kondusif dan Menbud meninjau bagian keraton, seperti di keputren. Sedangkan untuk acara penyerahan SK dipindah ke Sasana Handrawina.

“Mohon izin bapak (Menteri Fadli), saya ingin menyampaikan,” kata GKRP Timoer sesaat sebelum pengeras suara dimatikan

Hal tersebut sontak membuat gaduh. Pengunjung berteriak meminta GKR Timoer keluar dari Sasana Parasdya.

Sementara itu Menbud Fadli Zon mengatakan sebenarnya penyerahan SK sudah dilakukan di Jakarta. Untuk acara hari ini, hanya wilujengan dan doa bersama. 

"Agar semuanya berjalan lancar, tadi kita telah laksanakan wilujengan, ya doa bersama dengan harapan di Keraton Kasunanan Hadiningrat ini semakin.

Baik, semakin kondusif ke depan, terutama dalam rangka untuk pemajuan kebudayaan, pelestarian. Yaitu perlindungan kebudayaan.
Pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan dari pemerintah," terangnya, Minggu (18/1/2026). 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak