Cerita ASN Solo yang WFA Pilih di Wedangan, Sempat Terganggu Sama Obrolan Pengunjung Lain

Cerita ASN Solo yang WFA Pilih di Wedangan, Sempat Terganggu Sama Obrolan Pengunjung Lain dan Suara Musik

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 15 Januari 2026 | 08:53 WIB
Cerita ASN Solo yang WFA Pilih di Wedangan, Sempat Terganggu Sama Obrolan Pengunjung Lain
Sejumlah ASN di Pemkot Solo yang sedang menjalankan WFA di wedangan. (Suara.com/Ari Welianto)
Baca 10 detik
  • ASN Pemkot Solo mulai uji coba Work From Anywhere (WFA) pada Rabu, 14 Januari 2026, bekerja di lokasi publik seperti kafe dan wedangan.
  • Salah satu tim ASN memilih lokasi wedangan untuk mendukung dan meramaikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sesuai arahan wali kota.
  • Uji coba WFA mengharuskan koordinasi tim daring, meskipun sempat terkendala isu seperti kebisingan dan keterbatasan fasilitas internet atau listrik.

SuaraSurakarta.id - Sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai menjalankan Work From Anywhere (WFA), Rabu (14/1/2026).

Mereka pun melakukan aktivitas bekerja dimanapun, ada yang di rumah, cafe, coffee shop, perpustakaan, restoran maupun wedangan.

Salah satu ASN yang menjalankan WFA adalah Ratna Susilowati, yang bertugas di Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM). Bersama dua rekannya, Devita dan Alnira menerapkan WFA di salah satu wedangan yang berada di Kelurahan Ketelan, Kecamatan Banjarsari.

Awalnya sempat bekerja di shelter Manahan, kemudian siangnya usai istirahat pindah di wedangan. Kerjanya pun dari pagi hingga sore dan diawali apel pagi lewat zoom.

Baca Juga:Dana TKD Dipangkas Rp 218 Miliar, Wali Kota Solo Terapkan WFH?

"Pertama-tama kan kita memang melaksanakan Surat Edaran (SE) dari Pemkot. Satu hari ini karena di SEnya itu harus berkelompok atau tim, jadi saya sama rekan saya Mbak Devita dan Mbak Alnira memilih titik lokasi di Shelter Manahan dan titik kedua di wedangan," ujarnya saat ditemui, Rabu (14/1/2026).

Ratna mengatakan kenapa memilih di wedangan itu untuk meramaikan UMKM. Karena memang himbauan dari wali kota itu harus bisa berkontribusi meramaikan dan melarisi UMKM.

"Ini untuk meramaikan UMKM sesuai himbauan wali kota. Lokasi ini dipilih karena lokasinya berada di tengah-tengah, karena memang rumah kita berbeda," kata Ketua Tim Kerja Kepegawaian dan Organisasi BKPSDM ini.

Ratna menceritakan untuk waktunya sama dari jam 07.30 WIB sampai jam 14.30 WIB. Bahkan apel pagi juga, kalau di kantor tapi tadi lewat zoom, seragam yang digunakan juga sama.

"Karena ini baru ujicoba, jadi tadi hanya penyesuaian waktu saja. Karena di tempat kami tiap hari itu ada apel, tadi juga apel tapi secara daring atau zoom," sambung dia.

Baca Juga:ULAS dan Posyandu Plus di Solo Kini Bisa Diakses Lewat Aplikasi GoPay

Ratna mengaku jelas ada perbedaan baik kerja di kantor maupun di luar. Lebih intens memang koordinasi dengan tim dan lebih mengenai sasaran untuk targetnya.

"Kita tadi sudah diawal mentargetkan untuk hari ini di WFA, tugas-tugas yang harus dilakukan. Itu sudah disepakati dengan atasan kita, bahwasanya di WFA ini kita melakukan apa saja yang menjadi titik fokus dikerjakan," terangnya.

Awal-awal tadi sempat terganggu dengan suasana yang ada di selter maupun wedangan. Ada yang bicaranya terlalu keras sampai suara musik.

"Tadi awalnya sempat terganggu, ada musik, ada yang ngobrol-ngobrol tapi lama kelamaan kita fokus dan berdiskusi bisa jalan," ungkap dia.

Kendala tetap ada karena berada di ruang publik atau fasilitas umum, tadi terkait internet maupun colokan listrik. Kalau di kantor fasilitas baik itu internet maupun yang lain ada, kalau di luar tidak mesti ada.

"Memang ada juga yang punya sambungan internet dan tadi bawa colokan," imbuhnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini