- Mereka beranggapan keberadaan Bajaj jelas menganggu mata pencaharian para pengemudi becak di Kota Solo.
- Tarif Bajaj informasinya Rp 8.000 dan itu jelas akan membuat becak semakin terpinggirkan.
- Para pengemudi becak berharap Bajaj tidak beroperasi di Kota Solo, kalau belum ada ijin dihapus saja.
"Kami ingin konsisten untuk becak tetap ada di Solo biar tidak hilang. Becak inikan ada nilai sejarahnya," ucapnya.
Terpisah Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo mengatakan bahwa Dishub sudah memanggil perwakilan Bajaj dari Maxride, tapi yang datang bukan langsung bagian yang mengurus operasional bajaj di Solo.
"Tadi yang hadir bukan Maxride tetapi Maxauto, dealer yang jualan (armadanya, Red). Jadi kami belum ketemu langsung dengan Maxridenya. Ini akan dimintakan instruksi lebih lanjut dari kementerian," tandas dia.
"Memang dishub sendiri cukup kesulitan, karena cantolan hukumnya di atasnya belum kuat untuk angkutan umum. Langkah penindakannya pun kami belum ada cantolan hukum dari atasnya," pungkasnya.
Baca Juga:Tim Sparta Samapta Polresta Solo Amankan Pelaku Pengrusakan Rumah Warga di Pajang
Kontributor : Ari Welianto