Pendemo di Solo Beringas! Bakar Gedung Sekwan DPRD Kota Solo

Informasi yang diterima, gedung yang terbakar adalah kantor sekwan, pos Satuan Pengamanan Dalam (Pamdal), Graha Paripurna kacanya pecah.

Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 10:03 WIB
Pendemo di Solo Beringas! Bakar Gedung Sekwan DPRD Kota Solo
Kondisi Gedung Sekwan DPRD Solo usai terbakar saat aksi driver ojol kemarin. (Suara.com/Ari Welianto)

SuaraSurakarta.id - Gedung Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Kota Solo menjadi sasaran masa dengan dibakar pendemo yang beringas saat aksi solidaritas driver ojol dan warga di Kota Solo, Jumat (29/8/2025).

Informasi yang diterima, gedung yang terbakar adalah kantor sekwan, pos Satuan Pengamanan Dalam (Pamdal), Graha Paripurna kacanya pecah.

Kejadian pembakaran gedung sekwan dan pos pamdal terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi.

Masa yang sudah berada di depan Gedung DPRD Solo sejak sore tiba-tiba ada yang melempar batu dan bom molotov.

Baca Juga:Water Barrier Dibakar, Kericuhan Unjuk Rasa Driver Ojol di Solo Belum Berhenti

"Kejadian itu sekitar jam 2.00 atau jam 03.00 dini hari tadi," terang salah satu petugas Pamdal DPRD Solo, Sulistyo saat ditemui, Sabtu (30/8/2025).

Kondisi Gedung Sekwan DPRD Solo usai terbakar saat aksi driver ojol kemarin. (Suara.com/Ari Welianto)
Kondisi Gedung Sekwan DPRD Solo usai terbakar saat aksi driver ojol kemarin. (Suara.com/Ari Welianto)

Menurutnya masa sudah di depan DPRD sejak sore, namun malam hari masa yang datang semakin banyak jumlahnya.

Sekitar pukul 03.00 WIB mulai chaos hingga membuat gedung di DPRD dibakar.

"Sejak sore masa sudah ke sini. Tapi chaosnya itu sekitar jam 3.00 an. Sore sudah mulai lempar-lemparan tapi masih bisa kondusif," katanya.

"Ada yang lempar bom molotov dari luar. Masa tidak sampai masuk, hanya di batas pintu masuk," lanjut dia.

Baca Juga:Unjuk Rasa Driver Ojol di Solo Ricuh Lagi, Lemparan Batu Dibalas Gas Air Mata

Saat aksi kemarin petugas pamdal ada di dalam mengamankan gedung-gedung yang ada di dalam. Sedangkan yang di luar sekitar pintu masuk itu dijaga TNI/Polri.

"Pamdal ada di dalam semua. Yang di depan itu TNI/Polri," sambungnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Solo, Budi Prasetyo mengatakan memang tidak tahu kalau ada rencana aksi di DPRD.

Siang itu kan memang rencana aksinya teman-teman driver ojol yang sebagai bentuk rasa solidaritas dari peristiwa di Jakarta terpusatnya kan di Mako Brimob Manahan.

"Sampai dengan sore belum ada atau tidak ada informasi kepada kita di DPRD berkaitan dengan rencana aksi lanjutan. Jadi makanya kita ya biasa saja untuk termasuk persiapan pengamanan yang ada di DPRD juga tidak ada persiapan pengamanan khusus," terang dia.

Budi menjelaskan kondisinya kemudian berubah setelah ada pergeseran aksi massa dari Mako Brimob selesai, kemudian maghrib itu kan ada pergerakan di Ngarsopuro kemudian di Gladag.

"Tapi kalau kita lihat kan memang atributnya sudah tidak memakai atribut teman-teman ojol. Jadi memang kita tidak bisa mengira itu itu dari mana, makanya kemarin ya kita biasanya memang persiapan teman-teman pamdal yang ada di DPRD untuk persiapan pengamanan dan itu sampai malam kan kemudian masanya kan luar biasa, tidak terkendali bahkan mungkin ya cenderung anarkis gitu," paparnya.

"Jadi sampai merusak apa yang awal itu di lampu boksnya DPRD papan nama kemudian di pos satpam dan dia berlanjut ke yang lainnya," lanjut dia.

Untuk di DPRD yang rusak, lanjut dia, di depan ada pos satpam, kemudian di sampingnya ini kantornya teman-teman Sekretariat DPRD.

"Untuk kerugian, kita belum belum bisa ya belum bisa terbakarnya ya jam 02.00 dini hari," jelasnya.

Budi mengaku tidak mengira karena kan memang tidak ada informasi akan ada aksi ke DPRD.

"Karena biasanya kalau ada informasi apa penyampaian aspirasi kita selalu menerima tidak pernah kita tolak," tandas dia.

Kontributor : Ari Welianto

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?