Pasca-Lebaran 2025, Ekonomi RI Diprediksi Pulih Berkat Stabilitas Harga Pangan

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mengatakan, salah satu faktor momen perbaikan ekonomi adalah harga pangan yang cenderung terkendali.

Ronald Seger Prabowo
Rabu, 02 April 2025 | 22:28 WIB
Pasca-Lebaran 2025, Ekonomi RI Diprediksi Pulih Berkat Stabilitas Harga Pangan
Ilustrasi sayuran di pasar. [Pexels/Julia Volk]

Berdasarkan data dari PIHPS, tercatat harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya, yakni bawang merah di harga Rp50.150 per kg, bawang putih di harga Rp46.150 per kg.

Selain itu beras kualitas bawah I di harga Rp13.450 per kg; beras kualitas bawah II Rp13.950 per kg; beras kualitas medium I Rp14.350 per kg; begitu pun beras kualitas medium II di harga Rp13.800 per kg. Lalu, beras kualitas super I di harga Rp16.250 per kg; dan beras kualitas super II Rp15.450 per kg.

Selanjutnya, PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp51.750 per kg; cabai merah keriting Rp53.200 per kg; dan cabai rawit hijau Rp43.600 per kg.

Kemudian, daging ayam ras di harga Rp38.350 per kg, daging sapi kualitas I Rp135.950 per kg, daging sapi kualitas II di harga Rp124.150 per kg.

Baca Juga:Temui Jokowi di Solo, Luhut Binsar Pandjaitan: Selesai Ramadan, Tetap Memelihara Santun

Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.550 per kg; gula pasir lokal Rp18.550 per kg.

Sementara itu, minyak goreng curah di harga Rp19.700 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp22.350 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp20.300 per liter.

Di sisi lain, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mengungkapkan bahwa momen perbaikan ekonomi setelah Idul Fitri 1446 H sudah terlihat dari ramainya pusat-pusat hiburan masyarakat.

"Di momen Idul Fitri 1446H, saya telah melihat adanya momen perbaikan ekonomi. Ini terlihat dari ramainya pusat-pusat hiburan masyarakat di berbagai daerah, seperti padatnya Taman Margasatwa Ragunan, Kepulauan Seribu dan banyak tempat lainnya se-Indonesia," ujar Fakhrul.

Menurut dia, hal ini merupakan tanda-tanda yang baik untuk perekonomian Indonesia.

Baca Juga:Wali Kota Solo Imbau Pedagang Jujur: Jangan 'Ngepruk' Harga Saat Libur Lebaran

"Dengan kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) 6,5 persen di awal tahun, serta kenaikan gaji guru dan terkendalinya harga pangan," katanya. [ANTARA]

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini