Transformasi Menjadi Tradisi Modern
Seiring waktu, tradisi meniup terompet pada malam Tahun Baru mengalami transformasi.
Dari penggunaan shofar dalam konteks religius, kini terompet plastik atau logam digunakan secara luas dalam perayaan sekuler di seluruh dunia.
Meniup terompet menjadi simbol kegembiraan, harapan baru, dan semangat menyambut tahun yang akan datang.
Baca Juga:Tradisi dan Modernisasi Bersatu, Cara Keraton Solo Merangkul Era Baru
Makna di Balik Tradisi
Meskipun bentuk dan konteksnya telah berubah, esensi dari tradisi meniup terompet tetap sama: sebagai penanda awal yang baru dan panggilan untuk introspeksi.
Suara terompet yang nyaring diharapkan dapat mengusir energi negatif dan mengundang keberuntungan di tahun yang baru.
Dengan memahami asal usul tradisi meniup terompet, kita dapat lebih menghargai makna di balik suara riuh yang mengiringi setiap pergantian tahun.
Tradisi ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga cerminan perjalanan budaya dan spiritual manusia dari masa ke masa.
Baca Juga:Mengenal Tradisi Merti yang Masih Digelar di Kota Solo
Kontributor : Dinar Oktarini