- Pada 25 November 2025, Pakubuwon XIV memperkenalkan kabinet baru bertujuan memodernisasi operasional Keraton Solo.
- Kabinet baru tersebut menunjuk GKR Panembahan Timur untuk melestarikan tradisi dan GKR Devi Liliana urusan pariwisata.
- Pembentukan kabinet ini menekankan pentingnya pendidikan, kemandirian ekonomi, serta menjaga keseimbangan tradisi dan modernitas.
SuaraSurakarta.id - Pada 25 November 2025, Keraton Solo di bawah kepemimpinan Pakubuwon XIV (Purbaya) memperkenalkan kabinet barunya yang membawa angin segar dalam struktur pemerintahan Keraton.
Dengan semangat untuk memodernisasi sistem sambil tetap menjaga tradisi, kabinet ini terdiri dari sosok-sosok yang bukan hanya ahli dalam bidangnya, tetapi juga membawa perubahan besar dalam cara Keraton Solo beroperasi. Berikut adalah susunan kabinet pertama PB XIV yang patut Anda ketahui.
1. GKR Panembahan Timur: Pengageng Sasana Wilapa
GKR Panembahan Timur dipercayakan sebagai pengageng Sasana Wilapa. Tugas utamanya adalah menjaga dan mengembangkan kebudayaan serta tradisi Keraton Solo.
Baca Juga:Era Baru Keraton Solo: PB XIV Purboyo Reshuffle Kabinet, Siapa Saja Tokoh Pentingnya?
Sebagai bagian dari keluarga Keraton yang memiliki pemahaman mendalam tentang adat, GKR Panembahan Timur diharapkan bisa memperkenalkan Keraton Solo kepada dunia luar tanpa mengorbankan nilai-nilai tradisional yang ada.
2. GKR Devi Liliana: Pengageng Kebudayaan dan Pariwisata
Dalam kabinet ini, GKR Devi Liliana diberi tanggung jawab untuk mengurus kebudayaan dan pariwisata. Mengingat pentingnya sektor pariwisata dalam perekonomian, peran GKR Devi Liliana adalah kunci untuk menjaga keseimbangan antara budaya dan industri pariwisata.
Dengan keahliannya, ia berkomitmen untuk mengembangkan Keraton Solo sebagai destinasi budaya yang mengundang perhatian internasional.
3. GKR Dewi Rati: Pengarsa Pasiten
Baca Juga:5 Kuliner Lezat Keraton Solo yang Hampir Punah, Di Balik Hangatnya Aroma Dapur Para Raja
GKR Dewi Rati menjadi pengarsa Pasiten, bertanggung jawab atas pengelolaan kegiatan sosial di dalam Keraton. Posisi ini menuntut kepemimpinan yang bijaksana, karena harus memastikan setiap kegiatan sosial yang dilakukan tetap sejalan dengan filosofi Keraton. GKR Dewi Rati diharapkan bisa menjadi penghubung antara Keraton dan masyarakat luas dalam menjaga harmoni dan tradisi.
4. KPH Kusumo Hadiwinoto: Pengarsa Yogi Sworo
KPH Kusumo Hadiwinoto diangkat sebagai pengarsa Yogi Sworo, dengan fokus pada pengelolaan program-program yang berfokus pada spiritualitas dan budaya Jawa.
Tanggung jawabnya adalah membimbing generasi muda untuk memahami nilai-nilai budaya dan filosofi hidup Jawa, yang sangat berakar di dalam Keraton Solo. Sebagai pengarsa Yogi Sworo, KPH Kusumo diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebudayaan yang lebih mendalam di kalangan masyarakat.
5. Mendikbud: Memperkuat Peran Pendidikan dalam Keraton
Dalam kabinet ini, Keraton Solo juga menghadirkan posisi penting untuk memperkuat peran pendidikan di lingkungan Keraton.
Sebagai bagian dari pembaruan di dunia pendidikan, jabatan Mendikbud diharapkan bisa memastikan bahwa sistem pendidikan di Keraton Solo tidak hanya mengajarkan nilai-nilai tradisional, tetapi juga mengintegrasikan pengetahuan modern yang relevan bagi generasi masa depan.
6. Kepala Keuangan: Meningkatkan Kemandirian Ekonomi
Salah satu langkah penting dalam kabinet ini adalah penguatan sektor ekonomi Keraton melalui Kepala Keuangan yang bertugas meningkatkan kemandirian ekonomi Keraton. Posisi ini berfokus pada pemanfaatan sumber daya yang ada secara lebih efisien, serta memastikan keberlanjutan ekonomi jangka panjang bagi Keraton Solo melalui program-program yang terukur dan strategis.
7. Sekretaris Keraton: Efisiensi Administrasi dan Operasional
Sekretaris Keraton memegang peran vital dalam menjaga kelancaran administrasi dan operasional di lingkungan Keraton Solo. Dengan perubahan besar yang terjadi dalam struktur organisasi, posisi ini bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil dapat dieksekusi dengan efektif dan efisien.
8. Anggota Dewan Tradisi: Menjaga Keseimbangan Antara Tradisi dan Modernitas
Dewan Tradisi diisi oleh para ahli yang memiliki pengetahuan mendalam tentang adat dan budaya Jawa. Tugas utama mereka adalah menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi dalam menjalankan roda pemerintahan Keraton.
Mereka juga berperan penting dalam memastikan setiap kebijakan yang diambil tetap sejalan dengan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh leluhur.
Dengan pengangkatan kabinet baru ini, Pakubuwon XIV (Purbaya) ingin membawa Keraton Solo menuju masa depan yang lebih modern dan terbuka, sembari tetap menjaga esensi budaya yang telah ada selama berabad-abad.
Susunan kabinet yang terdiri dari berbagai ahli di bidangnya menunjukkan bahwa Keraton Solo siap untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budaya dan tradisinya.
Keberagaman dalam kabinet ini, baik dari kalangan keluarga Keraton maupun profesional di luar, menunjukkan bahwa Keraton Solo berkomitmen untuk menjadi lebih inklusif dan terbuka dalam menjalankan tata kelola.
Selain itu, dengan melibatkan banyak pihak, kabinet ini diharapkan dapat menciptakan kebijakan yang lebih berdampak dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern, sambil tetap memperhatikan kearifan lokal.
Perubahan ini menjadi simbol bahwa Keraton Solo tidak hanya berfungsi sebagai pusat budaya dan tradisi, tetapi juga sebagai tempat yang siap menghadapi tantangan global.
Ke depannya, kita bisa berharap bahwa Keraton Solo akan semakin dilihat sebagai pusat kebudayaan yang tidak hanya relevan di tingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional.
Kontributor : Dinar Oktarini