Bantah Pengerahan Aparat di Pilkada, Relawan Bolone Mase: Yang Kalah Cenderung Menyalahkan

Kuat meminta semua pihak untuk bersikap rasional dan menghormati proses demokrasi.

Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 29 November 2024 | 14:04 WIB
Bantah Pengerahan Aparat di Pilkada, Relawan Bolone Mase: Yang Kalah Cenderung Menyalahkan
Ketua Umum Relawan Bolone Mase, Kuat Hermawan Santoso. [Timlo.net]

SuaraSurakarta.id - Ketua Umum Relawan Bolone Mase, Kuat Hermawan Santoso membantah tudingan adanya pengerahan aparat dalam Pilkada 2024.

Kuat meminta semua pihak untuk bersikap rasional dan menghormati proses demokrasi.

Tak tanggung-tanggung, dia menilai bahwa menyalahkan pihak lain tanpa bukti saat menelan kekalahan adalah sikap yang kurang bijak.

"Dalam konteks kekalahan, psikologis orang cenderung menyalahkan orang lain. Oleh karena itu, mari kita tunggu sampai proses perhitungan suara selesai. Tidak baik jika hanya berdasarkan hitung cepat lalu merasa kalah dan menyalahkan pihak lain. Itu tidak benar," kata Kuat, Jumat (29/11/2024).

Baca Juga:Cerita Jokowi Banjir Telepon dari Pemenang Pilkada Sampai Larut Malam

Dia menjelaskan, munculnya tudingan ada pengerahan aparat untuk kemenangan Paslon Cagub-Cawagub Jateng, Ahmad Luthfi-Gus Yasin dalam Pilgub Jateng adalah tudingan tanpa dasar.

Menurutnya, kemenangan sementara Ahmad Luthfi-Gus Yasin, dalam hitung cepat (quick count) sebagai kemenangan masyarakat Jawa Tengah.

Kuat menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan partai politik, relawan, serta tokoh masyarakat dan agama di seluruh provinsi.

"Kemenangan Ahmad Luthfi-Gus Yasin adalah kemenangan masyarakat Jawa Tengah. Penopangnya adalah partai-partai politik, relawan, dan tokoh-tokoh masyarakat serta agama se-Jawa Tengah," tegas dia.

Menanggapi hasil quick count yang menunjukkan Luthfi-Yasin unggul dengan rata-rata 58% suara dibandingkan pasangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi, Kuat mengingatkan bahwa hasil ini belum final. Dia meminta semua pihak untuk menahan diri hingga perhitungan resmi oleh KPU selesai.

Baca Juga:Astrid Widayani Ciptakan Sejarah, Wakil Wali Kota Solo Perempuan Pertama

"Quick count adalah gambaran suara berdasarkan data statistik, tapi itu belum real count. Maksud saya, mari kita tunggu sampai perhitungan suara resmi selesai di KPU. Perhitungan ini masih dalam proses, jadi belum bisa disimpulkan secara utuh," jelasnya.

Kuat juga mengimbau masyarakat untuk menjaga suasana damai dan tidak terprovokasi oleh hasil sementara.

"Kalah menang itu biasa dalam Pilkada. Yang terpenting adalah kita menjaga demokrasi ini dengan baik. Jangan sampai ada kekerasan, tuduhan, atau provokasi yang hanya akan menciptakan kegelisahan di masyarakat," tandasnya.

Kuat juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga iklim demokrasi yang sehat. Dia menekankan bahwa Pilkada adalah ajang politik yang seharusnya memperkuat persatuan, bukan menimbulkan perpecahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak