Sukarni mengaku setor susu ke UD Pramono itu sangat beruntung sekali. Beliau (Pramono) itu pahlawan bagi peternak sapi perah di Boyolali dan sekitarnya.
"Pak Pram itu pahlawan bagi peternak. Misal, kita kekurangan modal itu dipinjemi sama Pak Pramono dan tidak ada bunganya sama sekali. Jadi pinjam Rp 5 juta, itu mengangsurnya 10 kali, itu Rp 500 ribu dipotong bayaran dari setor susu," paparnya.
Sukarni pun mengaku sering pinjam uang ke Pramono buat anak bayar semesteran selama kuliah. Sekarang anak-anaknya sudah lulus dan bekerja semua.
"Tiap tiga bulan sekali pasti ke sini buat pinjam uang sama Pak Pram dan tidak pakai agunan. Pokoknya datang ke sini langsung dikasih, untungnya itu," terang dia.
Baca Juga:BPBD Boyolali Imbau Waspada Bencana Tanah Longsor Saat Musim Hujan
Dalam satu hari, lanjut dia, bisa menyetor sekitar 24-26 liter susu dari dua ekor sapi. Dulu bisa meres susu dari lima sapi, lalu yang lain dijual buat ibadah umrah.
"24 liter tiap hari setornya, satu minggu menerima uang sekitar Rp 1 juta lebih. Itu sudah dipotong buat makanan sapi, kadang hutang ubi atau yang lainnya," sambungnya.
Jadi selama 20 tahun dari peternak sapi ini mampu mengkuliahkan kedua anaknya. Bahkan untuk ibadah umrah pun pinjam dari Pramono.
"Iya betul kuliah anak dari hasil ternak. Saya umrah itu pinjam uang ke Pak Pram buat beli pedet (anak sapi) terus buat modal umrah," ungkap dia.
"Suami saya kan penjahit, itu hasilnya buat keperluan yang lain. Kalau saya buat anak sekolah," imbuhnya.
Baca Juga:Heboh Protes Puluhan Peternak dan Pengepul Susu di Boyolali: Dipakai Mandi hingga Dibagikan Gratis
Berharap UD Pramono tetap beroperasi dan berdiri tegak tidak tumbang. "Tetap berjalan lancar biar petani bisa menyetorkan susunya. Kalau tutup susu mau disetorkan ke mana, karena setor ke luar itu harganya sangat rendah dan kualitas benar-benar terjaga," papar dia