BPBD Boyolali Imbau Waspada Bencana Tanah Longsor Saat Musim Hujan

BPBD Boyolali, mengimbau masyarakat memasuki musim hujan untuk mewaspadai bencana alam tanah longsor di wilayah itu.

Ronald Seger Prabowo
Senin, 11 November 2024 | 13:23 WIB
BPBD Boyolali Imbau Waspada Bencana Tanah Longsor Saat Musim Hujan
Ilustrasi bencana tanah longsor. [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/aww].

SuaraSurakarta.id - BPBD Boyolali, mengimbau masyarakat memasuki musim hujan untuk mewaspadai bencana alam tanah longsor di wilayah itu.

Kepala Pelaksana BPBD Boyolali Suratno menjelaskan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada November 2024 sudah memasuki musim hujan.

"Curah hujan yang tinggi ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu mengedepankan kehati-hatian terkait bencana alam," kata Suratno dilansir dari ANTARA, Senin (11/11/2024).

Pihaknya mengimbau masyarakat dan seluruh elemen yang peduli terhadap bencana alam saling mengingatkan atau memantau perkembangan situasi di lapangan.

Baca Juga:Mediasi Sempat Deadlock, Pemkab Boyolali Berharap Ada Win-win Solution Terkait Masalah UD Pramono

"Masyarakat di daerah rawan bencana tanah longsor. Jika ada peringatan dini segera mengevakuasi untuk tidak di lokasi rawan tanah longsor," jelas dia.

Dia mengatakan di daerah Boyolali yang masuk rawan tanah longsor antara lain di Kecamatan Selo, Cepogo, Musuk, Gladagsari, Tamansari, Ampel, Kemusu, dan Juwangi. Masyarakat di daerah rawan bencana tanah longsor diharapkan dapat meningkatkan penanaman pohon-pohon untuk keperluan konservasi tanah gunamengurangi bencana.

Selain itu daerah rawan bencana banjir antara lain di Kecamatan Ngemplak, Banyudono dan Teras. Pihaknya meminta masyarakat bergotong-royong membersihkan saluran air agar tidak berpotensi terjadi banjir pada musim hujan.

Pihaknya juga akan melaksanakan rapat koordinasi di tingkat Kabupaten Boyolali pada Rabu (13/11) dengan unsur yang diundang adalah seluruh pemangku kepentingan baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali maupun dari stakeholder terkait untuk penanggulangan bencana alam pada musim hujan.

Pihaknya menekankan bahwa musim hujan yang dipengaruhi adanya badai La Nina ini akan menambah kecenderungan curah hujan yang tinggi. Untuk itu masyarakat, terutama yang kekurangan air pada musim kering, agar menampung air untuk persediaan saat musim kemarau.

Baca Juga:Pengepul Susu Boyolali Terancam Tutup Gara-gara Rekening Diblokir, Ribuan Peternak Sapi Perah Kena Dampak

Ia mengatakan pada musim hujan di titik tertentu ada potensi banjir, walaupun dalam bentuk bencana banjir genangan, seperti di Dukuh Ledok, Desa Sawahan Kecamatan Ngemplek. Hal ini perlu diantisipasi dari semua pihak agar kejadian serupa sedapat mungkin tidak terulang lagi.

Dengan datangnya musim hujan, pihaknya juga mengimbau masyarakat di Boyolali memangkas pohon guna mengantisipasi tumbang saat hujan deras dan angin kencang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini