Menyelami Pusaka Keraton, Ini 5 Jenis Batik Solo yang Sarat Makna

Lahir dari tangan-tangan terampil di balik tembok Kraton, batik Solo menyimpan filosofi dan nilai estetika tinggi.

Ronald Seger Prabowo
Senin, 30 September 2024 | 11:19 WIB
Menyelami Pusaka Keraton, Ini 5 Jenis Batik Solo yang Sarat Makna
Ilustrasi batik Solo. [Surakarta.go.id]

SuaraSurakarta.id - Kota Solo, atau Surakarta, tak hanya dikenal dengan keanggunan budaya Jawanya, tetapi juga dengan warisan batik yang adiluhung.

Lahir dari tangan-tangan terampil di balik tembok Kraton, batik Solo menyimpan filosofi dan nilai estetika tinggi.

Mari kita telusuri 5 jenis batik khas Solo yang memikat hati:

1. Batik Sidomukti, Simbol Doa untuk Kehidupan yang Mulia

Baca Juga:Instagramable dan Penuh Warna!, Ini 5 Kampung Tematik di Kota Solo yang Wajib Dikunjungi

Nama "Sidomukti" berasal dari kata "sido" yang berarti "menjadi" dan "mukti" yang berarti "makmur" atau "sejahtera".

Batik Sidomukti melambangkan harapan dan doa untuk mencapai kehidupan yang mulia, penuh berkah, dan kebahagiaan.

Motifnya didominasi oleh pola geometris yang harmonis, seperti garis-garis dan bentuk-bentuk simetris, dengan warna-warna sopan seperti cokelat soga, biru tua, dan putih gading.

2. Batik Parang Kusumo, Simbol Cinta Abadi dan Keteguhan Hati

Parang Kusumo, salah satu motif batik tertua di Indonesia, memiliki makna yang mendalam. "Parang" merujuk pada senjata tradisional Jawa, sementara "kusumo" berarti "bunga".

Baca Juga:Cerita Warga Ngalap Berkah, Berebut Sepasang Gunungan di Grebeg Maulud Keraton Solo

Perpaduan keduanya menyiratkan kekuatan dan keindahan yang harmonis. Motifnya yang khas berupa garis diagonal yang saling berpotongan melambangkan keberanian, keteguhan hati, dan cinta abadi.

3. Batik Kawung, Lambang Kesederhanaan dan Kemakmuran

Terinspirasi dari buah kawung (sejenis pohon aren), batik Kawung memiliki motif berupa bulatan-bulatan yang tersusun rapi dalam pola geometris.

Motif ini melambangkan kesederhanaan, kemakmuran, dan keharmonisan. Batik Kawung dulunya hanya boleh dikenakan oleh keluarga kerajaan, menunjukkan status sosial dan kedekatan dengan penguasa.

4. Batik Truntum, Doa dan Restu untuk Generasi Penerus

Batik Truntum memiliki makna yang sangat spesial, terutama dalam upacara pernikahan Jawa. "Truntum" berarti "tumbuh kembali" atau "bertunas".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak