3. Batik Kawung, Lambang Kesederhanaan dan Kemakmuran
Terinspirasi dari buah kawung (sejenis pohon aren), batik Kawung memiliki motif berupa bulatan-bulatan yang tersusun rapi dalam pola geometris.
Motif ini melambangkan kesederhanaan, kemakmuran, dan keharmonisan. Batik Kawung dulunya hanya boleh dikenakan oleh keluarga kerajaan, menunjukkan status sosial dan kedekatan dengan penguasa.
4. Batik Truntum, Doa dan Restu untuk Generasi Penerus
Baca Juga:Instagramable dan Penuh Warna!, Ini 5 Kampung Tematik di Kota Solo yang Wajib Dikunjungi
Batik Truntum memiliki makna yang sangat spesial, terutama dalam upacara pernikahan Jawa. "Truntum" berarti "tumbuh kembali" atau "bertunas".
Motifnya yang menyerupai bintang-bintang kecil melambangkan cinta abadi dan harapan agar cinta kedua mempelai terus bertumbuh.
Batik Truntum biasanya dikenakan oleh ibu pengantin sebagai simbol doa dan restu untuk kebahagiaan rumah tangga anak-anaknya.
5. Batik Semen, Representasi Kehidupan yang Semarak
Batik Semen memiliki motif yang kaya dan beragam, memadukan unsur flora, fauna, dan geometris. Kata "semen" sendiri berarti "tumbuh" atau "berkembang".
Baca Juga:Cerita Warga Ngalap Berkah, Berebut Sepasang Gunungan di Grebeg Maulud Keraton Solo
Motifnya yang semarak dan penuh warna melambangkan kehidupan yang dinamis, penuh warna, dan terus berkembang. Batik Semen sering digunakan dalam berbagai acara adat dan perayaan penting di Solo.