"Tapi Mas Hendi kan sudah pernah jadi Wali Kota Semarang. Ya tergantung Mbak Mega nanti, penugasannya ke siapa. Semua penugasan itu dari DPP, tugas saya dan DPD hanya menerima pendaftaran," katanya.
Kalau dipasangkan, Rudy enggan mengira-ira. Bahkan tadi sudah disampaikan, mau dipasangkan dengan siapapun kalau itu penugasan partai tetap jalan tidak ada kata menolak.
"Nek aku entuk ngei penugasan tak kei sekarang. Kalau secara pribadi boleh-boleh saja saya mendukung Mas Hendi," jelas dia.
Selain sosok sebagai mantan Wali Kota Semarang, Rudy menyebut sekarang kam jadi Ketua LKPP dan itu luar biasa. Beliau juga jadi ketua organisasi-organisasi masa yang ada di Semarang, seperti Ketua Taruna Merah Putih tingkat pusat.
Baca Juga:PDIP Siap Hadapi Gusti Bhre di Pilkada Solo 2024, FX Rudy: Monggo, Kita Petarung!
"Kan berati beliau punya kelebihan dan saya cerita apa adanya. Saya kader setia kok, mau dipakai tetap PDIP, tidak ya PDIP dan tetap berjuang," tandasnya.
Rudy menilai pilkada dan pilpres itu berbeda. Namun mau merasa pilpres itu sukses dan akan diteruskan di pilkada maka itu terlalu.
"Semua itu tergantung rakyat dan calon. Sebenarnya rakyat itu butuh tiga hal yang tidak sulit, yakni pemimpin mudah ditemui, pemimpin mau dan mampu memberi solusi kalau rakyat ada kesulitan, pemimpin mau dekat dengan rakyatnya. Itu saja tidak minta muluk-muluk rakyat," papar dia.
Sementara itu Hendrar Prihadi mengatakan bahwa pilkada itu banyak-banyakan warga memilih pasangan calon.
"Sekarang tinggal kenceng-kencengan kita turun ke bawah dengan cara macem-macem. Saya rasa semua calon sudah punya sistem, tinggal itu saja," pungkasnya.
Baca Juga:Fraksi PDIP Resmi Kirim Surat Usulan Pengisian Jabatan Wakil Wali Kota Solo
Kontributor : Ari Welianto