Namun demikian, ia tahu jika OSIS punya program kerja yang harus dijalankan. Sehingga kegiatan yang dilaksanakan di sekolah kalau bisa kegiatan yang normal
"Sebenarnya kalau tidak ada kejadian ini kegiatan yang normal. Tapi karena ada satu peristiwa yang menyebabkan ada siswa yang meninggal kami menaruh simpati dan perhatian yang besar," jelasnya.
Agung menyebut berdasarkan laporan yang diterima tidak ada proses hukum yang terjadi pada siswa yang lain.
"Kami sudah langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pihak sekolah juga berkoordinasi dengan kepolisian. Ini untuk melakukan yang terbaik terutama bagi siswa," pungkas dia.
Baca Juga:Tak Ada Penerusnya, Profesi Pandai Besi di Delanggu Klaten Terancam Punah
Seperti diberitakan sebelumnya, Fajar Nugroho tewas setelah tersengat listrik saat diceburkan ke kolam sekolah oleh teman-temannya, Senin (8/7/2024) kemarin. Saat itu Fajar sedang merayakan ulang tahun ke-18. Nahas, hari itu menjadi hari terakhir hidupnya.
Kontributor : Ari Welianto