Pemilik usaha yang menjual aneka baju batik itu semula mendapat tawaran untuk membuka rekening BRI dan QRIS.
"Cuma memang perlu strategi karena ada pajaknya, jadi harga dinaikkan sedikit. Bayar pakai QRIS mudah malahan. Saya mantaunya juga gampang karena langsung masuk notifikasi via SMS ke handphone," ungkap Novita.
Salah satu pengunjung asal Karanganyar, Mulato, mengaku kerap mengajak teman-temannya dari luar kota untuk jalan-jalan di kawasan ini. Dia terkesan dengan berbagai produk yang dijual di Beteng Trade Center.
"Apalagi tempatnya dekat Pasar Klewer dan Keraton Solo, jadi sangat strategis dan proses transaksi juga mudah," ujar dia.
Baca Juga:BRI Hadirkan Promo Seru di USS Yard Sale, Jangan Sampai Kehabisan Ya!
Sementara itu, Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Slamet Riyadi Solo Agung Ari Wibowo menjelaskan pihaknya harus menjaga alat aksepsi seperti QRIS dan electronic data capture (EDC) di Solo.
Apalagi di kota ini muncul banyak merchant baru yang didominasi usaha kuliner.
"Ini segmentasi kami ke depan, untuk menciptakan pertumbuhan baru sisi reliabilitas kami. Kalau warung kecil atau pedagang keliling lebih tepatnya QRIS. QRIS ini adalah tools memudahkan pembayaran ke rekening secara realtime, meski Sabtu atau Minggu," papar dia.
Agung membeberkan Bank BRI sebagai lembaga Intermediary bertugas menghimpun dana lalu menyalurkan kembali dalam bentuk kredit. Selain itu, pihaknya juga berkomitmen melakukan transformasi digital.
"QRIS dan EDC di Solo dari segmen bisnis itu lebih ke perdagangan dan jasa. Kalau dari sisi sektor usaha (BPS) lebih ke perdagangan batik," tutur dia.
Baca Juga:Dapatkan Sepatu Idaman Kamu di Promo Seru dari BRI di USS Yard Sale!