Galuh mengakui sering komunikasi dengan adik dan kondisinya baik-baik saja. Pas umroh itu tiba-tiba suka transfer dan minta dibeliin gamis koko warna hitam.
"Tak tawari gamis koko, maunya warna hitam. Tak beliin nanti dipakai ya," katanya.
Menurutnya pas minggu pagi itu HPnya masih aktif sampai sore, teman-temannya mencoba menghubungi. Karena tidak percaya kalau mendadak meninggal.
"Pas mau berangkat dicek itu oke, dari riwayat penyakit setahu keluarga tidak ada. Jadi kaget saat dikabari meninggal mendadak," tandas dia.
Baca Juga:Wilayah Perbatasan Kabupaten Tak Tergarap Maksimal, Yudi Indras: Padahal Potensi Ekonominya Besar
Selama sudah di kapal itu, lanjut dia, tidak pernah mengeluh sakit. Makanya tidak pada tidak percaya, cuma mengeluh capek saja karena memang jam kerja di kapal itu padat.
"Tidak pernah mengeluh sakit," imbuhnya.
Galuh menambahkan jika Galuh itu orang baik, chat dari teman-temannya katanya juga baik. Sering bantu teman-teman di kapal, kalau makan katanya sering berbagi.
"Dalam satu bulan itu, dia sudah benar-benar punya keluarga dari segala negara di kapal. Merasa kehilangan sosok Galih," pungkas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Baca Juga:Heboh Penemuan Spanduk Dandim Sukoharjo Bersama Pasangan Prabowo-Gibran, Ini Kronologinya