SuaraSurakarta.id - Ketua Umum DPP Rumah Keluarga Bersama (RKB(, Wigit Bagus Prabowo, mrnilai pasangan Prabowo–Gibran memiliki makna yang besar dalam proses kebersamaan dan keharmonisan antar sesama anak bangsa.
Menurutnya, pasangan ini menjadi simbol rekonsialiasi nasional.
"Hal itu melanjutkan tradisi dari kepemimpinan Presiden Joko Widodo ketika menarik pak Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan, sehingga stabilitas nasional tetap terjaga dan pembangunan ekonomi berjalan lancar untuk kesejehateraan rakyat," kata Sigit saat ditemui di Solo, Sabtu (11/11/2023).
RKB juga tidak sependapat dengan adanya narasi-narasi yang dibangun untuk memojokkan Presiden Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka. Seperti istilah pengkhianatan, politik dinasti, Mahkamah Keluarga dan lainnya.
Baca Juga:Tak Hadiri Opening Ceremony Piala Dunia U-17 2023 di Surabaya, Gibran: Tugas Saya di Solo
RKB juga mempertanyakan pihak-pihak yang membuat narasi-narasi pengkhianatan yang ditujukan kepada Joko Widodo (Jokowi).
"Apa yang dilakukan Pak Jokowi dan Mas Gibran bukanlah bentuk pengkhianatan kepada siapa pun. Melainkan bentuk kesetiaan kepada amanah rakyat yang secara approval rating kepuasan masyarakat kepada presiden Joko Widodo sangat tinggi di angka 80% lebih. Itu merupakan angka tertinggi di dunia, sehingga perlu ada pasangan yang berkomitmen untuk melanjutkan visi – misi, program dan cita-cita kepemimpinan Presiden Joko Widodo tersebut. Dan kami percaya yang mampu melanjutkan itu hanya pasangan Prabowo – Gibran," jelas Wigit.
Para relawan RKB pendukung Prabowo-Gibran juga meyakini bahwa pasangan ini bukanlah pasangan dinasti politik, karena dalam terminologi demokrasi, dinasti politik itu tidak ada, yang ada hanyalah keluarga politik.
"Di negara demokrasi yang sudah mapan seperti Amerika Serikat pun ada, antara lain seperti keluarga Kennedy, Keluarga Bush dan keluarga Clinton. Oleh karena itu pasangan Prabowo-Gibran bukanlah bentuk dinasti karena dinasti politik dipilih berdasarkan garis darah, bukan melalui proses demokrasi pemilihan umum langsung seperti di Indonesia," tandas Wigit.
Relawan RKB yang kepengurusannya sudah hampir terbentuk di seluruh tanah air ini juga menyambut baik dibukanya kran untuk anak muda turut berpartisipasi dalam kepemimpinan nasional.
"Anak muda sudah saatnya untuk terlibat aktif dalam perpolitikan nasional sehingga mereka tidak semata-mata hanya menjadi penonton atau pemilih, melainkan juga memiliki perwakilan untuk di pilih menjadi Presiden atau Wakil Presiden. Dan keterwakilan ini ada pada sosok Mas Gibran Rakabuming Raka yang tidak hanya berusia muda, tapi juga terbukti berhasil memimpin dan membangun Kota Solo sebagai Wali Kota," kata Wigit.
RKB meyakini di era bonus demografi di mana jumlah anak muda produktif sangat banyak yakni melebihi 54% suara pemilih, maka sudah saatnya anak muda tidak hanya menentukan dari aspek ekonomi, melainkan juga dari aspek politik.
DPP RKB meyakini bahwa pasangan Prabowo – Gibran adalah pasangan kepemimpinan yang mampu melanjutkan visi misi, program strategis dan cita-cita Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan Indonesia maju.
Seperti pembangunan IKN Nusantara, hilirasi industri, pemerataan pembangunan infrastruktur sampai ke daerah, digitalisasi ekonomi sesuai semangat zaman dan anak muda, serta reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.
Karena itulah, lanjut Wigit, DPP RKB bersama seluruh DPW Provinsi dan DPD Kab/Kota se- Indonesia, akan mengkampanyekan sosok Prabowo – Gibran di seluruh Indonesia sebagai sosok pasangan pemimpin yang mampu menjawab tantangan dan persoalan rakyat Indonesia, untuk membawa Indonesia menjadi negara yang semakin maju, sejahtera serta disegani di dunia internasional.