"Komunikasi ditingkatkan, minimal Pak Wakil kini difungsikan. Saya lihat kurangnya komunikasi," lanjut dia.
Rudy pun menceritakan saat menjadi Wakil Wali Kota Solo dan Jokowi menjadi Wali Kota Solo. Meski tidak difungsikan, Jokowi selalu tanda tangan sampai sebelum ada paraf dari dirinya.
"Zaman Pak Jokowi, Saya tidak difungsikan diem aja. Namun, ketika ada persoalan Pak Jokowi juga pintar selama, Pak Wakil belum paraf saya (Jokowi) tidak akan tanda tangan. Artinya fungsi wakil wali kota difungsikan," jelasnya.
Rudy menambahkan sudah memberikan masukan kepada Wawali untuk lebih dahulu menjalin komunikasi dengan Gibran.
Baca Juga:GP Mania Dibubarkan, FX Rudy PDIP: Gak Akan Ada Pengaruhnya Terhadap Elektabilitas Ganjar
"Kurangnya komunikasi. Sudah tak sampaikan, mbok kamu komunikasi sama Mas Gibran nggak ada salahnya. 'Wong kowe ki biarpun kita lebih tua yang jadi kepala sana (Gibran). Kalau nggak mau mendengar yowes mending kowe leren o wae'," papar Rudy.
Rudy juga memanggil Fraksi PDI-P DPRD Solo saat ada kenaikan PBB. Kemudian menyampaikan surat ke wali kota, tujuannya itu bukan untuk melawan tapi menyelamatkan eksekutif khususnya wali kota dari penyimpangan Perda yang dibuat oleh wali kota sendiri.
"Ini fungsi pengawasan fraksi, saya punya 30 anggota fraksi. Saya juga panggil fraksi ke sini. Lalu menghadap Pak Wali dan terus diajak makan kemudian ditunda," katanya.
"Kalau ini tidak melanggar Perda, saya diam saja kok. Jangan memunggungi rakyat, itu pesan saya. Masa pandemi ini jangan memberikan beban kepada rakyat dulu, percepatan boleh tapi jangan menaikan itu dulu," tandas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Baca Juga:Inspektorat Kota Solo Didesak Segera Audit Pasar Ikan Balekambang, LAPAAN RI: Jangan Plonga-plongo!