Selain itu di panggung Sangga Buwana juga untuk tempat berdoa dan bermeditasi Sinuhun. Juga untuk lokasi bertemunya raja dengan Kanjeng Ratu Kencana Hadisari atau Ratu Laut Selatan.
"Dulu untuk berdoa dan meditasi Sinuhun. Jadi memiliki fungsi spiritual juga," ungkap dia.
Panggung Sangga Buwana sendiri berbentuk menara yang menjulang tinggi dan tampak dari jauh. Bangunan dari Panggung Sangga Buwana disebut juga 'Hasta Wolu' atau segi delapan.
Ada empat tingkat Panggung Sangga Buwana. Pada bagian atas disebut tudung saji, ada lambang berbentuk mengendarai naga di puncak menara atau sengkala tahun yang berbunyi Naga Muluk Tinitihan Jalma. Artinya itu melambangkan tahun pembuatan bangunan.
Baca Juga:Bungahnya Cicit PB XII Bisa Menari Lagi di Sasana Marokoto Keraton Solo
Pada tingkat tiga menghadap arah utara dan terdapat sebuah jam besar yang dapat berbunyi dengan sendirinya.
Pada tahun 19 November 1954, panggung Sangga Buwana sempat terbakar. Lalu dibangun kembali dan selesai pada, 30 September 1959.
Hingga sekarang panggung Sangga Buwana masih kokoh berdiri. Hanya saja kondisinya tidak seperti dulu, sudah banyak yang rusak.
Gusti Moeng pun minta agar panggung Sangga Buwana bisa menjadi prioritas untuk direvitalisasi. Karena merupakan icon Keraton Kasunanan Surakarta.
"Itu sangat urgent untuk diperbaiki. Sehingga kedepan bisa untuk tempat wisata," ujar dia.
Baca Juga:Upacara Tingalan Dalem Jumenengan Keraton Solo, PB XIII Bakal Dikirab dengan Kereta Pusaka
Kontributor : Ari Welianto