Gibran ingin penataan keraton itu harus besar, ada grand desain atau master plan yang besar. Karena kalau hanya perbaikan-perbaikan kecil tidak terlihat dan tidak bisa dirasakan banyak orang.
"Seperti Mangkunegaran, punya master plan, punya grand desain yang sudah dimatangkan. Makanya muncul taman pracima, pendopo dipercantik dan ada titik-titik lain yang akan kita sentuh," sambung dia.
"Saya penginnya seperti itu, kemarin itu yang saya jelaskan. Kalau masalah internal, saya bukan siapa-siapa dan tidak bisa intervensi. Yang bisa menyelesaikan itu dari keluarga sendiri, saya kan bukan keluarga, bukan darah biru," paparnya.
Gibran mengatakan dengan keadaan keraton yang sekarang ini, orang masih berminat ke museum keraton dan melihat kemegahan keraton.
Baca Juga:Gibran Anak Jokowi Unggah Foto Anies di Selokan, Tambah Daftar Panjang Kontroversi
Apalagi nanti kalau sudah direvitalisasi, sudah dipercantik pasti akan tambah ramai lagi pengunjung yang datang.
"Kemarin itu semuanya sudah sangat kooperatif sekali, dari kedua kubu dan semua kubu pun sudah melunak. Setuju dengan apa yang kita tawarkan," jelas Gibran.
Kontributor : Ari Welianto