"Inpres itu kan bertahap, inpres itu kebutuhan bisnisnya juga. Orang sudah investasi, kok tidak ada yang beli makanya dibuat aturan itu," sambung dia.
Djoko menambahkan, daerah juga berpikir jika kebutuhan rakyat yang ada di daerah itu apa. Apalagi kebutuhan untuk mobil listrik itu cukup besar.
Keputusan Wali Kota Solo yang menghapus anggaran untuk membeli mobil listrik bisa menjadi percontohan daerah lain.
Sementara itu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan jika saat ini belum mendesak untuk membeli mobil listrik.
Baca Juga:Pakar Lingkungan Tolak Saran Gibran Larang Pedagang di CFD, Sebut Hal Itu Tak Selesaikan Masalah!
Skala prioritas saat ini adalah untuk kepentingan rakyat. Di mana dana untuk membeli mobil listrik bisa untuk membangun pasar atau taman cerdas di kelurahan-kelurahan.
"Intinya dilihat urgensinya atau skala prioritasnya. Kalau mau beli mobil listrik sekarang timingnya tidak pas, karena sekarang sedang berusaha melakukan percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19," tegasnya.
"Kalau mau beli mobil baru bisa ditunda dulu lah. Apalagi sekarang harga mobil listrik masih mahal-mahal dan pilihannya masih sedikit," jelas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Baca Juga:Persiapan Pernikahan Kaesang & Erina Gudono Sudah 100 Persen, Gibran: Saya Bosan