Menurut Kusumo UNS menghadapi tantangan berat karena masuk jajaran kampus terbaik merujuk The Asia University Rangkings 2022.
"Rektor terpilih UNS harus menjadi pelopor dalam membentengi kampus dari pengaruh radikalisme dan intoleransi, dengan menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan," tegasnya.
Nilai-nilai itu yakni rasa cinta Tanah Air dan bangsa yang berazaskan Pancasila.
"Nilai-nilai tersebut penting bagi seluruh mahasiswa, mengingat pengaruh paham ideologi radikal semakin merisaukan karena gerakan militan marak berkembang di kalangan mahasiswa," jelas Kusumo.
Baca Juga:Kursi Rektor UNS Bakal Diperebutkan Sembilan Guru Besar, Ini Daftarnya
Kusumo juga berharap pemilihan rektor dapat berlangsung secara jujur, adil dan demokrasi, sesuai Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 19 Tahun 2017, dan Nomor 21 Tahun 2018. Dengan pemilihan rektor yang jujur, adil dan demokrasi diharapkan melahirkan pemimpin yang tepat bagi UNS.
"Terseleksinya sosok pemimpin yang merepresentasikan UNS sesuai visi dan misi. Rektor terpilih diharapkan berjiwa kepemimpinan tinggi, berkemampuan akademis teruji dan terbaik, serta punya kemampuan manajerial tangguh, untuk membawa UNS jadi entitas lembaga pendidikan yang bisa menciptakan generasi terbaik," terang dia.
Lebih jauh Kusumo mengapresiasi adanya figur perempuan di antara tiga calon Rektor UNS Solo untuk masa bakti 2023-2028.
Seperti diketahui, saat ini sudah tersaring tiga figur calon Rektor UNS Solo saat ini, yaitu Prof. Dr. Hartono dr. M.Si; Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, S.H., M.M., serta Prof Dr. rer. nat. Sajidan M.Si.
Hal itu menurut dia menunjukkan proses pemilihan Calon Rektor UNS Solo berjalan sesuai demokrasi, sekaligus membuktikan emansipasi wanita.
Baca Juga:Sembilan Guru Besar Mendaftar Jadi Balon Rektor UNS
"UNS Solo membuktikan kaum perempuan memiliki hak yang sama untuk dicalonkan dan dipilih," kata BRM Kusumo Putro.