"Itu saja tidak ada pembicaraan yang lain. Hoax itu kalau ada pembicaraan lain, sopo sing ngomong agenda reshuffle dan tidak ada pembicaraan itu," kata dia.
Saat ke Jakarta menyampaikan ke Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno kalau di Jakarta sampai, 27 Agustus 2022. Kalau berkenan dan ada waktu mau mampir bertemu Pak Presiden, malah diberi waktu Senin (29/8/2022) kemarin.
"Padahal saya sudah sampai di Solo dan berangkat ke Jakarta lagi. Kalau orang nomor satu di Indonesia memberi kesempatan ketemu, maka sebagai rakyat biasa pastinya senang," papar Rudy.
Pertemuan dengan Presiden Jokowi bisa disebut kangen-kangenan, apalagi pernah mendampingi saat beliau menjabat Wali Kota Solo.
Baca Juga:Wacana Jabatan Presiden 3 Periode Bergulir Lagi, Mardani PKS Tegas Menolak: Ini Harus Dilawan!
Jadi tidak ada pembicaraan-pembicaraan penting, hanya memberikan masukan saja.
"Apa yang saya sampaikan itu direspon sama beliau. Tapi itu tergantung dari kementerian, jangan sampai nanti," sambungnya.
Selain itu, Rudy juga menyampaikan masalah Masjid Sriwedari agar bisa diselesaikan. Status tanah juga sudah disampaikan, itu HP 40 dan HP 41.
"Tidak ada pembicaraan khusus, hanya ngobrol-ngobrol santai saja. Kalau masalah Menpan RB, itu biar urusan Pak Jokowi dengan Bu Mega," tandas dia.
Kontributor : Ari Welianto