Konsumsi Protein Tinggi dapat Atasi Obesitas, Ini Penjelasan Ahli

Konsumsi protein tinggi dapat mengatasi obesitas visceral atau penumpukan lemak berlebih di tubuh khususnya di bagian yang tersembunyi, benarkah?

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 07:52 WIB
Konsumsi Protein Tinggi dapat Atasi Obesitas, Ini Penjelasan Ahli
lemak perut, obesitas, perut buncit (Pixabay/jarmoluk)

SuaraSurakarta.id - Ahli nutrisi dari Herbalife Nutrition Dr Rimbawan menyebut konsumsi protein tinggi dapat mengatasi obesitas visceral atau penumpukan lemak berlebih di tubuh khususnya di bagian yang tersembunyi.

"Lemak berfungsi sebagai sumber energi, membentuk struktur sel, membantu penyerapan vitamin yang larut lemak, membantu perkembangan otak dan fungsi otak, dan bahkan beberapa jenis dapat menjaga kesehatan jantung," ujar Rimbawan dikutip dari ANTARA, Kamis (19/8/2022).

Dia menambahkan, setiap kali mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dikeluarkan, maka akan terkumpul sebagai lemak. Lemak disimpan dalam tubuh pada jaringan adiposa dalam bentuk trigliserida. Semua jenis lemak kecuali kolesterol dapat digunakan sebagai energi.

"Namun, lemak visceral, yang tersembunyi di dekat hati, pankreas, usus, ginjal, dan lainnya, merupakan yang paling berbahaya bagi kesehatan," kata dia.

Baca Juga:Waspada Obesitas, Ketua IDAI Minta Orangtua Pantau Jajanan Anak

Jika lemak tersebut berlebih, kata dia, akan menyebabkan obesitas visceral, yang memiliki dampak pada pembentukan batu kandung empedu, hati berlemak, gangguan tidur, perubahan memori karena usia dan bahkan beberapa kanker.

"Kondisi ini juga dapat muncul karena alasan lain, sehingga mengatasi obesitas tidak serta merta mengurangi atau menghilangkan risiko kesehatan," kata dia.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan di antaranya olahraga aerobik dan anaerobik secara teratur, termasuk berjalan, menari, berenang, dan bersepeda sesering mungkin.

Kemudian peningkatan konsumsi protein bernilai tinggi (kedelai, telur, dan daging tanpa lemak). Selanjutnya konsumsi sumber serat, vitamin, mineral, dan fitonutrien yang baik dengan sifat antioksidan dalam makanan sehari-hari.

"Karbohidrat yang baik, yang memiliki indeks glikemik rendah, juga sangat penting," kata dia.

Baca Juga:Tak Boleh Asal! Dokter Gizi Ungkap Jenis Buah dan Porsi yang Tepat Bagi Pasien Obesitas

Selanjutnya, hindari kelebihan kalori dari gula sederhana, minuman dengan pemanis gula, dan makanan berlemak. "Kemudian mengelola stres dan tidur yang cukup juga baik untuk melawan obesitas visceral," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak