SuaraSurakarta.id - Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir mengomentari pertemuan ketua partai Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar.
Seperti diketahui baik Prabowo dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sudah janjian untuk mendaftarkan Gerindra dan PKB sebagai peserta pemilu ke kantor KPU RI, hari ini Senin (8/8/2022).
Menanggapi hal itu, Gus Nadir pun tak sungkan mengatkan jika momen tersebut langkah politis yang menguntungkan bagi PKB.
"Pinter ini @cakimiNOW," ucap Gus Nadir melalui akun twitternya.
Baca Juga:Cipayung Plus Binjai Apresiasi Kapolri Terkait Penahanan Ferdy Sambo
Sayangnya, Gus Nadir tak setuju jika Cak Imin berpasangan dengan Prabowo di ajang Pemilu 2024 mendatang.
Pria yang kini sibuk mengajar sebagai dosen hukum Monash University ini menyarankan Cak Imin untuk menggaet Rahayu Saraswati.
"Tapi kalau bisa jangan Pak Prabowo jadi Capres. Duet Cak Imin-Rahayu Saras aja gimana?," saran Gus Nadir.
![Cuitan Gus Nadir soal Cak Imin bakal jadi pasangan Prabowo Subianto. [Twitter]](https://media.suara.com/pictures/original/2022/08/08/81039-cuitan-gus-nadir.jpg)
Cuitan Gus Nadir itu kontan saja mengundang perhatian warganet. Sebagian besar dari mereka ramai menuliskan beragam komentar.
"Gus Muhaimin @cakimiNOW-Prabowo @prabowo itu akan mirip duet lini tengah Xavi-Iniesta, Pirlo-Gattuso, Kroos-Modric, De Brunye-Rodri atau Henderson-Fabinho," kata akun @Firman**.
Baca Juga:Prabowo-Cak Imin Barengan Ke KPU Hari Ini, PKB: Pertanda Kian Serius Kerja Sama Politik
"Emang berani nyalon? Dari dulu cuma gimick untuk meningkatkan harga partai untuk diajak koalisi," kata akun @Fatih**.
"Menarik PKB butuh sosok PS yang dikenal masyarakat dan Gerinda butuh PKB buat bilas masa lalu mereka yang akrab dengan politik identitas agama," tutur akun @skri**.
"Kalau cak Imin-Saras, singkatannya apa dong?," imbuh akun @TimHore**.
"Daripada Rahayu Saras, mungkin lebih bagus kalau Cak Imin-Aryo Djojohadikusumo gus lebih dikenal luas," timpal akun @noorman**.
Kontributor : Fitroh Nurikhsan