facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dampingi Presiden Jokowi ke Ukraina, Kehadiran Ibu Negara Iriana Jadi Simbol Perdamaian Dunia

Budi Arista Romadhoni Sabtu, 02 Juli 2022 | 17:02 WIB

Dampingi Presiden Jokowi ke Ukraina, Kehadiran Ibu Negara Iriana Jadi Simbol Perdamaian Dunia
Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat menjenguk warga Ukraina di sebuah rumah sakit di Kota Kyiv, Ukraina, Rabu (29/6/2022). (Laily Rachev-Biro Pers Sekretariat Presiden)

Kehadiran Ibu Negara Iriana, yang mendampingi Presiden Jokowi merupakan surat terbuka bagi dunia bahwa Indonesia menginginkan perdamaian

SuaraSurakarta.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak Ibu Negara Iriana ke Ukraina. Padahal negara yang dikunjungi tengah dalam situasi darurat perang dengan Rusia. 

Namun demikian, Presiden dan Ibu Negara hadir dengan misi perdamaian. Kehadiran Iriana, selaku Ibu Negara Republik Indonesia, merupakan surat terbuka bagi dunia bahwa Indonesia menginginkan perdamaian.

Di tengah teror dan rasa takut yang mendominasi Kyiv dan di antara puing-puing bangunan yang tak lagi menjadi tempat aman untuk bernaung dan beristirahat, Iriana tanpa ragu memijakkan kaki di sana.

Ia mendampingi sang suami, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dalam satu misi yang sama, yakni perdamaian dunia.

Baca Juga: Setelah Bertemu Presiden Zelenskyy, Kini Jokowi Berangkat ke Rusia untuk Temui Presiden Putin

Sebagaimana pandangan Wakil Koordinator Maju Perempuan Indonesia Titi Anggraini, kehadiran Iriana merupakan simbol keberpihakan kepada mereka yang menjadi korban perang, khususnya perempuan dan anak.

Kehadiran Ibu Negara sebagai seorang perempuan membawa pesan kemanusiaan yang kuat bahwa perang secara langsung mengorbankan perempuan dan anak.

Tak dapat dipungkiri, kelompok yang paling terdampak oleh perang adalah perempuan dan anak; mulai dari kehilangan nyawa, mengalami kecacatan, kehilangan tempat tinggal, terpisah dari keluarga, hingga trauma psikologis yang berkepanjangan.

Lebih dari itu, perempuan dan anak juga rentan mengalami eksploitasi untuk ikut berperang dan bahkan mengalami penyiksaan fisik hingga kekerasan seksual.

Indonesia, sebagai negara yang menjunjung tinggi rasa kemanusiaan, tidak akan bungkam ketika melihat derita yang melanda setiap insan di bumi ini. Oleh karenanya, Iriana mengambil risiko untuk ikut mendampingi Presiden Jokowi ke negara yang sedang berperang.

Baca Juga: Iriana Dampingi Jokowi ke Ukraina: Simbol Tulusnya Misi Perdamaian

"Kalau bukan dilatarbelakangi misi perdamaian dan solidaritas berdasar perikemanusiaan yang beradab, tentu beliau tak akan mengambil pilihan seperti itu," tutur Titi Anggraini.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait