facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ekonom Sebut Peran Satgas Pangan Perlu Diperkuat Jelang Pemilu 2024

Ronald Seger Prabowo Senin, 27 Juni 2022 | 19:37 WIB

Ekonom Sebut Peran Satgas Pangan Perlu Diperkuat Jelang Pemilu 2024
Direktur Eksekutif Celios (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira. [dok]

Jelang Pemilu 2024 mendatang, dimungkinkan akan muncul potensi-potensi impor bahan pangan.

SuaraSurakarta.id - Tantangan ekonomi hingga tahun 2024 mendatang perlu segera diantisipasi sejak dini, salah satunya adalah masalah stabilitas harga dan pasokan pangan.

Saat ini berbagai negara tengah menghadapi krisis pangan akibat berlanjutnya perang Rusia-Ukraina, gangguan rantai pasok, cuaca ekstreem, hingga naiknya biaya input pertanian.

Menurut riset World Economic Forum, saat ini tengah terjadi living cost crisis, atau krisis akibat kenaikan biaya hidup khususnya di negara maju. Tingkat inflasi Indonesia sejauh ini masih berada di level rendah yakni 3,5% yoy, dibanding Eropa dan AS yang berada diatas 8%. Namun, pemerintah tidak boleh terlena.

Salah satu peran Pemerintah yang penting dalam menghadapi ketidakpastian dan tantangan pangan adalah Satgas (Satuan Tugas) Pangan.

Baca Juga: Fadli Zon: Segera Lakukan Inovasi Besar-besaran Dalam Bidang Pertanian

Fungsi Satgas Pangan sebagai pengawas rantai pasok bahan pangan baik impor maupun pangan yang bersumber didalam negeri menjadi modal keseriusan Pemerintah yang harus didukung.

“Setiap ada sinyal kenaikan harga pangan, akan muncul risiko penimbunan. Tugas Satgas Pangan sebagai garda terdepan tentu diharapkan bukan saja membongkar praktik penimbunan, tapi juga melakukan upaya pencegahan seperti menghidupkan early warning system (peringatan dini) di titik distribusi yang rawan apabila ada kejanggalan terkait jumlah pasokan maupun harga," kata Direktur Eksekutif Celios (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira, Senin (27/6/2022).

Bhima menambahkan pada saat jelang Pemilu 2024 mendatang, dimungkinkan akan muncul potensi-potensi impor bahan pangan. Hal ini perlu diantisipasi dengan memaksimalkan ketugasan satgas pangan secara optimal.

Sejauh ini kerja-kerja Satgas Pangan perlu mendapatkan dukungan dari seluruh pihak.

Bhima menambahkan, perlu diapresiasi upaya Satgas Pangan dalam menangani berbagai kasus pangan, misalnya kasus minyak goreng repacking, hingga kebocoran minyak goreng keluar negeri selama terjadi pelarangan ekspor beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Anies Rawan Kena Framing Politik Identitas, Motifnya untuk Mencederai Citra di Mata Publik

"Satgas Pangan cukup sigap dalam memberantas praktik spekulan pangan, sehingga memberikan shock therapy kepada oknum yang ingin meraup untung berlebih ditengah kenaikan harga pangan. Harapan kedepan Satgas Pangan juga dapat melakukan pengetatan pengawasan khususnya di titik perbatasan," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait