facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Perusakan Tembok Bekas Keraton Kartasura, BRM Kusumo Putro: PPNS BPCB Harus Jujur Soal Keberadaan Alat Berat

Ronald Seger Prabowo Rabu, 25 Mei 2022 | 13:54 WIB

Kasus Perusakan Tembok Bekas Keraton Kartasura, BRM Kusumo Putro: PPNS BPCB Harus Jujur Soal Keberadaan Alat Berat
Tim BPCB saat meninjau lokasi pagar bekas Keraton Kartasura yang dijebol. [suara.com/ari welianto]

Harusnya tim PPNS BPCB bisa menyampaikan secara gamblang alat beratnya disimpan di mana.

SuaraSurakarta.id - Ketua Forum Budaya Mataram (FBM), BRM Kusumo Putro kecewa dengan tidak disampaikan alat berat atau eskavator itu disimpan di mana oleh tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPCB Jateng.

Harusnya tim PPNS BPCB bisa menyampaikan secara gamblang alat beratnya disimpan di mana.

"Sehingga bukti fisiknya bisa dilihat baik masyarakat atau tim media. Ini supaya masyarakat tidak gaduh dan bertanya-tanya," terang dia, Selasa (24/5/2022).

Menurutnya, ini menjadi pertanyaan besar oleh publik ketika alat berat hanya disampaikan sudah diamankan dan dalam pengawasan. Maksudnya bagaimana, itu yang harus dijelaskan secara detail.

Baca Juga: BPCB Jateng Segera Tentukan Pelaku Perusakan Tembok Bekas Keraton Kartasura

"Dalam pengawasan, pengawasan bagaimana, kalau disimpan di mana dan ini harus jelas. Supaya tidak menjadi pertanyaan publik," katanya.

Kusumo juga memberikan aspirasi kepada tim PPNS BPCB yang sudah menaikan kasus perusakan benteng bekas Keraton Kartasura dari penyelidikan ke penyidikan.

Sehingga PPNS BPCB bisa memanggil saksi-saksi yang lain apabila diperlukan.

"Karena sudah naik penyidikan seharusnya alat itu sudah diamankan atau disita dan tidak boleh dipinjamkan baik oleh pemilik sendiri. Karena diduga pemilik dan pengemudi alat berat bisa ikut terlibat dalam tindak pidana penggempuran tembok keraton," ungkap dia.

Jika nanti alat berat tidak disita dan diamankan bisa jadi akan dicat ulang dengan warna yang berbeda. Bisa juga dihilangkan dibawa ke luar daerah atau pulau.

Baca Juga: Keluarga Mataram Apresiasi Kejagung Turun Gunung Kasus Perusakan Tembok Pagar Bekas Keraton Kartasura

"Itu malah akan membuat repot BPCB itu sendiri. Harga alat berat ini cukup malah sekitar Rp 1 miliar," imbuhnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait