Miris! Perusakan Benteng Bekas Keraton Kartasura Terjadi Sejak Dulu, Batu Bata Diambil untuk Bangun Rumah

Perusakan terhadap benteng keraton bukan kali pertama terjadi.

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 26 April 2022 | 10:05 WIB
Miris! Perusakan Benteng Bekas Keraton Kartasura Terjadi Sejak Dulu, Batu Bata Diambil untuk Bangun Rumah
Tembok bekas Keraton Kartasura yang berusia ratusan tahun dibongkar. [Suara.com/Ari Welianto]

"Dari eyang saya dulu itu yang dikelola oleh keraton, yang ada di dalam. Hanya saja tugas juru kunci itu dalam keraton saja," imbuh dia.

Suryo menjelaskan, setelah keraton pindah ke Solo pada 1745, maka di sini jadi tidak terawat dan menjadi hutan bernama hutan keraton. 

Pada tahun 1811 itu, baru mulai dicari keraton lama oleh eyang buyut dan dibersihkan lima tahun. Tidak ada apa-apanya dan setelah itu banyak warga yang menetap.

Kemudian pada tahun 1816 baru dijadikan makam. Eyang diberi tempat di sini untuk menunggu dan merawat.

Baca Juga:Siapa Sosok Penjebol Tembok Keraton Kartasura? Siap-Siap Kena Pidana

"Jadi mulai bertanggung jawab atau ada juru kunci itu tahun 1816. Itu turun temurun hingga sekarang, saya itu juri kunci keturunan ke-10," ungkapnya.

Terkendala Anggaran

Kalau untuk perawatan selama ini terkendala anggaran. Dulu sebelum makam ditutup tidak boleh buat makam ada pemasukan dari situ.

Tapi setelah makam ditutup tidak ada pemasukan. Padahal luasnya dalam keraton itu 2,5 hektar.

"Dulu ada makam baru otomatis banyak orang yang datang. Setelah ditutup sama sekali tidak ada makam yang baru," tandas dia.

Baca Juga:6 Fakta Tembok Keraton Kartasura Dirobohkan Pemilik Baru, Cagar Budaya Dibongkar Demi Kos-kosan

"Tiap pekan saya membeli obat pembasmi rumput itu tiga botol. Dulu satu botol harganya Rp 60.000, sekarang jadi Rp 110.000," tuturnya.

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak