facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tembok Pagar Bekas Keraton Kartasura Dijebol, Ganjar: Itu Peringatan Keras Buat Pemerintah

Budi Arista Romadhoni Selasa, 26 April 2022 | 03:34 WIB

Tembok Pagar Bekas Keraton Kartasura Dijebol, Ganjar: Itu Peringatan Keras Buat Pemerintah
Tim BPCB saat meninjau lokasi pagar bekas Keraton Kartasura yang dijebol. [suara.com/ari welianto]

Kasus dijebolnya tembok pagar bekas keraton Kartasura Baluwarti yang merupakan tembok bersejarah di Sukoharjo mendapat sorotan sejumlah pihak, termasuk Ganjar Pranowo

SuaraSurakarta.id - Kasus dijebolnya tembok pagar bekas keraton Kartasura Baluwarti yang merupakan tembok bersejarah di Sukoharjo mendapat sorotan sejumlah pihak. Banyak pihak menyayangkan peristiwa itu, salah satunya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Ditemui usai memimpin Musrenbang di Kabupaten Blora, Ganjar mengatakan menyayangkan kejadian perusakan tembok Keraton Kartasura itu. Pihaknya juga sudah menerjunkan tim untuk melakukan identifikasi.

"Sudah direspon, dari kepolisian sudah dan dari dinas kita juga sudah di lokasi. Saya minta dicek," kata Ganjar dari keterangan tertulis Selasa (26/4/2022).

Tak hanya soal kondisi benteng, pengecekan lanjut Ganjar juga dilakukan untuk mengetahui siapa pihak yang terkait dengan kejadian itu.

Baca Juga: Survei Charta Politika; Elektabilitas Ganjar Pranowo Nomor Satu, Prabowo Nomor Dua, Airlangga Paling Buncit

"Siapa yang jual, siapa yang beli, itu tanahnya siapa dan lainnya. Dengan merunut itu, kita bisa tahu ini bangunan bersejarah kok bisa diperjualbelikan sehingga dilakukan tindakan yang tidak tepat. Kami sudah ada informasi semua itu," ucapnya.

Dirjen Kebudayaan lanjut Ganjar juga sudah datang. Pihaknya terus berkoordinasi dan bekerjasama terkait penanganan kasus itu.

"Saya menunggu proses berikutnya dan saat ini lokasi sudah dipolice line," tegasnya.

Terlepas dari keprihatinannya, Ganjar mengatakan kasus dirusaknya tembok Baluwarti menjadi perintatan untuk pemerintah. Bahkan bisa dikatakan, kejadian itu merupakan kritik keras.

"Itu peringatan buat kita, itu kritik keras buat pemerintah, buat saya sendiri. Bagaimana kita melindungi cagar budaya selama ini," katanya.

Baca Juga: Survei Charta: Jika Pilpres Digelar Hari Ini Ganjar Ada di Posisi Pertama, Puan Kedelapan, Airlangga Paling Buncit

Terkadang lanjut Ganjar, kalau ada bangunan cagar budaya yang tidak terawat, orang menganggapnya seperti onggokan sampah tak berguna. Sehingga, kerap terjadi perusakan dan tindakan merugikan lainnya. Padahal, cagar budaya itu memiliki nilai historis yang tinggi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait