facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Efek Samping Booster dan Vaksin COVID-19 Primer Disebut Sama, Pakar: KIPI Tidak Langsung, 18 Jam Kemudian

Budi Arista Romadhoni Selasa, 12 April 2022 | 08:44 WIB

Efek Samping Booster dan Vaksin COVID-19 Primer Disebut Sama, Pakar: KIPI Tidak Langsung, 18 Jam Kemudian
Ilustrasi vaksin booster Covid-19 untuk syarat mudik (Pexels)

Orang mungkin mengalami beberapa efek samping setelah menerima suntikanboostermereka, sama halnya seperti usai mendapatkan vaksin dosis primer

SuaraSurakarta.id - Orang mungkin mengalami beberapa efek samping setelah menerima suntikan booster mereka, sama halnya seperti usai mendapatkan vaksin dosis primer. Efek ini muncul sebagai cara tubuh untuk mengatakan sedang membangun perlindungan terhadap COVID-19.

Tetapi apakah efeknya sama antara booster dan dosis primer?

Edukator kesehatan, dr. Muhamad Fajri Adda'i menjelaskan, merujuk pada vaksin berbasis mRNA yakni Moderna dan Pfizer, keduanya memiliki Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau efek simpang yang cukup tinggi seperti demam, tidak enak badan, pegal di lokasi suntikan, meriang.

"Tetapi memang tidak langsung, sekitar 18 jam kemudian," ujar Fajri dikutip dari ANTARA Selasa (12/4/2022).

Baca Juga: Stok Vaksin COVID-19 di Babel Masih Mencukupi Memenuhi Kebutuhan di Bulan Ramadhan

Berdasarkan pengalamannya, ia mendapatkan booster pertama Moderna pada 6 Agustus lalu. Pada 12 jam pertama belum merasakan reaksi apapun. Tetapi 14 jam usai divaksin, barulah dia merasa sumeng dan panas dingin walau masih bisa ditahan.

"28 jam setelah divaksin tidak tahan, akhirnya minum obat, lumayan. Tangan nyeri-nyeri karena reaksi lokal inflamasi, dikompres dingin lumayan," jelas dia.

Mengetahui efek ini, maka Fajri menyarankan Anda yang akan disuntik vaksin selama Ramadhan bisa memilih waktu malam hari atau menjelang berbuka puasa.

Tetapi bila Anda ingin divaksin saat berpuasa, maka persiapkan tubuh dengan baik antara lain pastikan kondisi fit (sama halnya bila akan divaksin pada malam hari) agar vaksin bisa bekerja optimal membantu meningkatkan kadar antibodi.

Seperti dikutip dari Medical Daily, vaksin booster memiliki bahan atau formulasi yang sama dengan vaksin primer COVID-19 kecuali booster vaksin Moderna yang kandungan vaksinnya hanya setengah dari dosis seri primer sehingga dapat memicu gejala atau efek samping seperti dosis utama.

Baca Juga: Jadi Syarat Mudik, Pemkab Sleman Targetkan Capaian Booster 30 Persen Saat Lebaran

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), kebanyakan orang yang mendapat suntikan booster Moderna dan Pfizer mengalami gejala ringan hingga sedang. Sementara efek samping yang serius jarang terjadi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait