2. Masjid Agung Surakarta
![Masjid Agung Surakarta akan memfasilitasi masyarakat yang akan menjalankan ibadah saat bulan ramadan tapi tetap menjalankan protokol kesehatan ketat. [Suara.com/Ari Welianto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/04/05/50204-masjid-agung-solo.jpg)
Masjid bersejarah paling akhir yaitu masjid punya Keraton Kasunanan Surakarta, yaitu Masjid Agung Solo.
Berada di muka Pasar Klewer Surakarta masjid yang mempunyai style arsitektur unik ini dibuat oleh Sunan Pakubuwono IIItahun 1763 dan usai di tahun 1768.
Karena masjid ini punya Keraton Kasunanan Surakarta, karena itu semua karyawan masjid dipilih jadi abdi dalam kraton, dengan gelar seperti Kanjeng Raden Tumenggung Penghulu Tafsiranom (untuk penghulu) dan Lurah Muadzin untuk juru adzan.
Baca Juga:Masjid Agung Al-Azhar Gelar Shalat Tarawih Pertama
3. Masjid Sholihin
![Masjid Sholihin Solo. [Wikimapia.org]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/04/02/76529-masjid-sholihin.jpg)
Berada di Jl. Gajahmada No.97, Punggawan, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa tengah, Masjid Sholihin dibuat di tahun 1954.
Masjid yang dibuat dan disahkan oleh R.NgtT. Prawirodirdjo ini didalamnya ada sebuah prasasti dalam aksara Hanacaraka dan bahasa Jawa dan prasasti terjemahan dengan bahasa Indonesia, berkaitan pewakafan masjid itu.
Antiknya, masjid kuno ini mempunyai arsitektur atap bangunan mode tajug tumpang tiga, tentu saja dengan seluruh filosofinya.
4. Masjid Darussalam Jayengan
Baca Juga:Bacaan Bilal Tarawih Bukan Hanya Tanda Sholat, Begini Manfaat dan Cara Jamaah Menjawabnya
![Masjid Darussalam di Jayengan, Solo. [masjiddarussalamjayengan]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/04/02/45921-masjid-darussalam.jpg)
Masjid yang teratur jadi lokasi pembagian bubur Samin ciri khas Banjar ini sudah berdiri semenjak tahun 1960-an.