facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Anak Bertubuh Pendek Tak Selalu Menderita Stunting, Ini Penjelasan Ahli

Budi Arista Romadhoni Kamis, 24 Februari 2022 | 18:48 WIB

Anak Bertubuh Pendek Tak Selalu Menderita Stunting, Ini Penjelasan Ahli
Ilustrasi stunting pada anak. Ahli Kesehatan menyebut bahwa tidak semua anak bertubuh pendek mengalami stunting, meskipun anak stunting selalu berperawakan pendek. [Istimewa]

Ahli Kesehatan menyebut bahwa tidak semua anak bertubuh pendek mengalami stunting, meskipun anak stunting selalu berperawakan pendek

SuaraSurakarta.id - Mengalami stunting atau gangguan gizi bakal menghambat pertumbuhan seoarang anak. Namun demikian, tidak semua anak bertubuh pendek mengalami stunting. 

Dokter spesialis anak konsultan endokrinologi anak Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., Ph.D. mengatakan bahwa tidak semua anak pendek (stunted) mengalami stunting, meskipun anak stunting selalu berperawakan pendek.

Ia menekankan bahwa definisi pendek dan stunting memiliki perbedaan. Hal tersebut ia rangkum dan merujuk pada definisi yang diberikan WHO dan UNICEF.

"Pada anak pendek, hanya ada gangguan pertumbuhan. Sedangkan definisi stunting berkaitan dengan pendek dan asupan nutrisi yang buruk, infeksi yang berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak adekuat," kata Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM Prof Madarina dikutip dari ANTARA, Kamis (24/2/2022).

Baca Juga: Memprihatinkan, Angka Stunting di Bangkalan Capai 38,9 Persen

Ia mengatakan hingga saat ini masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa pendek sama dengan stunting. Kekeliruan persepsi tersebut, kata Madarina, dapat menghasilkan diagnosis hingga penanganan yang keliru.

"Sering kalau mendiagnosis stunting, kita cenderung memberikan tambahan makanan, atau tambahan kalori. Nah, kalau kita salah mendiagnosis dan memberikan tambahan makanan atau kalori kepada anak yang sebetulnya bukan stunting, apa yang akan terjadi? Kita akan mendapatkan makin banyak obesitas," katanya.

Memang, kecurigaan terhadap stunting diawali dengan melihat kondisi perawakan anak yang pendek. Namun, Madarina menegaskan pentingnya melihat aspek-aspek lain sebelum memberi diagnosis.

Kecurigaan diagnosis stunting dilakukan beberapa tahap. Apabila anak pendek-kurus, maka ada kemungkinan stunting. Apabila anak pendek-kurus dengan gangguan perkembangan, maka tampaknya memang stunting.

"Tapi kalau dia pendek dan tidak kurus, maka tampaknya bukan stunting. Apalagi kalau pendek, tidak kurus, dan tanpa gangguan perkembangan, maka jelas bukan stunting," terang Madarina.

Baca Juga: Stunting di Kaltim Pada 2021 Jadi Sorotan DPR RI, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi Harapkan Hal Ini

Sebelum memberi diagnosis, Madarina mengatakan bahwa terdapat beberapa langkah pemeriksaan dini yang bisa dipantau melalui buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta didukung oleh Kartu Kembang Anak (KKA) yang telah disediakan oleh Kementerian Kesehatan dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait