Pada 17 Februari 1745 penanggalan Masehi atau 14 Suro 1670 terjadi Boyong Kedhaton (perpindahan) keraton dari Kartasura ke Surakarta.
Dalam Boyong Kedhaton tersebut rombongan melewati Jalan Slamet Riyadi kemudian Laweyan. Sesampainya di Pagelaran Surakarta, PB II mengucapkan maklumat.
"Bahwa Desa Sala dengan ini saya ganti menjadi nama Surakarta Hadiningrat. Dan dipun estokno (tolong ditaati)," tegasnya.
Dalam kepindahan dari Kartasura ke Surakarta iring-iringannya itu ada Gajah, kuda, gamelan, pohon beringin kembar tapi bibitnya, prajurit.
Baca Juga:Viral Detik-Detik Wamenparekraf Pingsan, Sosok Ini Disorot: Ngakak tapi Kasihan
Ada juga beberapa potongan bangunan atau kayu yang dilepas. Kemudian dipasang lagi di keraton baru.
"Di dalam babad diceritakan itu waktunya setengah hari, pagi sampai siang. Itu tidak berhenti dan itu tidak boleh, karena kalau berhenti maka pindahnya disitu jadi jalan terus," tandas dia.
Kontributor : Ari Welianto