Yang pertama, pemimpin harus ngayomi, kedua pemimpin harus bisa ngayemi. Untuk yang ketiga, pemimpin harus bisa ngayani.
"Artinya bisa melindungi, membuat suasana tentram dan bisa memperkaya. Memperkaya itu tidak harus materi tapi bisa ilmu, silahturahmi, komunikasi, atau koordinasi. Jadi bukan memperkaya diri sendiri," tandas dia.
Rudy pun menilai secara objektif, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo memiliki sikap ngayomi, ngayemi, dan ngayani.
Diakui, jika Ganjar juga punya prinsip, sikap, dan komitmen terhadap rakyat dan partai. Komitmen bukan memberikan materi, tapi menyejahterakan rakyat.
Baca Juga:Isu Maju Pilgub DKI Jakarta, Sekjen PDIP Minta Gibran Fokus Urus Solo
"Saya tahunya Jateng, kalau daerah lain tidak tahu. Untuk menggantikan Pak Ganjar di Jateng siapa saja boleh, tapi harus dengan syarat tiga "nga" tadi," sambungnya.
Ia pun enggan menjelaskan siapa yang cocok menggantikan Ganjar Pranowo di Jateng. Untuk masalah itu ketua umum yang punya hak prerogatif, tidak mau mendahului.
"Kalau untuk menerima dan menyampaikan aspirasi ke ketua umum, saya berani," pungkas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Baca Juga:Soal Gibran dan Risma di Pilkada DKI, Pengamat Beberkan Hal Ini