"Kurangnya edukasi di masyarakat tentang bahayanya pinjol. Belum bisa membedakan pinjol resmi dan ilegal, ini tugasnya OJK untuk mengedukasi masyarakat," sambungnya.
Gibran minta agar masyarakat tidak mengakses pinjaman online. Apalagi banyak perbankan yang menawarkan program dengan pinjaman bunga yang rendah.
"Bank Jateng, Bank Solo tidak pernah berhenti mengeluarkan program-program yang menarik. Untuk UMKM, untuk pembiayaan, semua lah. Bunganya juga rendah banget, jangan ke pinjol ilegal lah pokoknya," papar dia.
Putra sulung Presiden Jokowi ini juga menyampaikan akan pentingnya teknologi informasi. Percepatan teknologi informasi juga berdampak negatif, seperti adanya kebocoran atau penyalahgunaan data pribadi masyarakat.
Baca Juga:Menang di Kasasi, Otto Hasibuan Tegaskan Kisruh di Peradi Telah Tuntas
Gibran pun mencontohkan, banyak data masyarakat itu yang bocor. Bahkan tanpa disangka sangka mendapatkan tagihan hutang dari pinjol. Padahal tidak pernah merasa mengajukan pinjaman.
"Cyber Security menjadi hal yang sangat penting, krusial, terutama untuk pengamanan data-data kita. Kalau di Pemkot kan data-datanya sensitif semua dan melibatkan orang banyak," tandasnya.
"Jadi data-data ini harus kita lindungi dengan sangat baik. Jangan sampai disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak baik," pungkas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Baca Juga:Eks Persis Solo Menggila, Dewa United vs PSIM Yogyakarta Berakhir Imbang