alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sadis! 3 Siswi Keroyok Pelajar Putra hingga Babak-belur, Ini Penyebabnya

Ronald Seger Prabowo Minggu, 24 Oktober 2021 | 06:40 WIB

Sadis! 3 Siswi Keroyok Pelajar Putra hingga Babak-belur, Ini Penyebabnya
Ilustrasi pengeroyokan. [Dok. Solopos]

Aksi itu viral di media sosial mengingat sempat direkam oleh ketiga pelaku hingga beredar luas.

SuaraSurakarta.id - Aksi pengeroyokan antarpelajar kembali terjadi. Ironisnya, kejadian itu menimpa seorang pelajar putra yang dikeroyok tiga siswi di Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Aksi itu viral di media sosial mengingat sempat direkam oleh ketiga pelaku hingga beredar luas.

Diwartakan Terkini.id--jaringan Suara.com, dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang siswa itu hanya duduk di tanah yang kemudian dipukul dan tendang oleh tiga pelajar putri secara brutal.

Ketiga siswi diduga murid SMA Negeri 2 Wangi-wangi berinisial HK, TS, dan RS. Sedangkan korbannya berinisial FJ, diduga siswa SMA Negeri 1 Wangi-wangi berinisial FJ.

Baca Juga: Nasib Lima Warga Medan Usai Nekat Keroyok Prajurit TNI AU

Akibat pengeroyokan itu, korban tersungkur di tanah dan babak belur.

Dari informasi yang dihimpun, aksi pengeroyokan itu diduga buntut ketesinggungan ketiga siswi ini terhadap korban, karena korban FJ menyebarkan informasi hoax terkait para pelaku.

Para pelaku pun akhirnya menghubungi korban untuk bertemu di kebun warga yang tidak jauh dari sekolah. Karena emosi, ketiga siswi itu menghajar korban secara brutal.

Usai menghajar korban, para pelaku berpesta di sebuah warung dan mengabadikan videonya.

Kepala Cabang Dinas Kabupaten Wakatobi, Dinas Pendidikan Sultra, Masidiy membenarkan kejadian kekerasan tersebut.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Anggota TNI AU, 5 Orang Ditangkap

“Video kekerasan tersebut benar terjadi. Antara pelaku dan korban berasal dari sekolah berbeda. Kami telah mengambil langkah-langkah untuk melakukan mediasi, untuk menyelesaikan persoalan ini,” tegas Masidiy.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait