alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ini APBD 2022 Kota Solo yang Diajukan Wali Kota Gibran, Nilainya Sampai Rp2 Triliun

Budi Arista Romadhoni Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:56 WIB

Ini APBD 2022 Kota Solo yang Diajukan Wali Kota Gibran, Nilainya Sampai Rp2 Triliun
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa saat upacara HUT ke-76 RI. [Suara.com/Ari Welianto]

APBD Kota Solo menjadi yang pertama diajukan oleh Gibran setelah resmi menjabat sebagai Wali Kota

SuaraSurakarta.id - Menjelang akhir tahun, setiap pemerintah daerah mengajukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ke DPRD. Termasuk Kota Solo yang dipimpin Wali Kota Gibran Rakabuming Raka. 

APBD 2022 menjadi murni yang pertama Gibran Rakabuming ajukan sebagai Wali Kota Solo.

Menyadur dari Solopos.com, saat dilantik pada 26 Februari 2021, APBD 2021 sudah disahkan sehingga Gibran praktis hanya melaksanakan APBD tinggalan pemerintahan sebelumnya. APBD Solo 2021 disusun, dibahas, dan disahkan semasa Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Baru pada APBD Perubahan 2021, Gibran ikut menyusun dan membahas APBD pada pertengahan tahun. Namun pada praktiknya tak banyak ruang bagi Gibran untuk menyusun dan mengatur anggaran itu.

Baca Juga: Ada Atlet di PON Papua Sempat Covid-19, Gibran Akan Antisipasi Kedatangan ke Solo

APBD Solo 2022 ini, untuk kali pertama Gibran punya akses penuh dan leluasa menyusun anggaran Solo. Lalu seperti apa postur APBD 2022 yang disusun Pemkot di bawah arahan Gibran? Sudah adakah program-program saat kampanye Gibran yang masuk?

Wakil Ketua DPRD Solo, Sugeng Riyanto, menjelaskan mengenai KUA PPAS RAPBD Solo 2022 yang sudah disepakati bersama eksekutif dan legislatif, menilai visi lompatan pembangunan yang jadi jargon Gibran saat kampanye belum terlihat.

“Saya kira APBD 2022 masih kepada bagaimana Solo kembali normal. Artinya untuk lompatan-lompatan itu belum terbaca di APBD 2022. Karena dipaksa bahwa situasinya era pascapandemi konsentrasinya masih kepada problem pandemi diselesaikan,” ujarnya, Selasa (12/10/2021).

Sugeng mengakui situasi dan kondisi saat ini memang belum memungkinkan bagi Gibran untuk sepenuhnya mewujudkan visi dan misinya membangun Solo pada APBD tersebut. Walau pandemi Covid-19 beberapa bulan terakhir semakin terkendali, kondisi 2022 tak bisa diprediksi.

Situasi yang sama menurut Sugeng dirasakan kepala daerah mana pun. “Saya membaca perencanaan 2022, siapa pun kepala daerahnya memang harus fokus kepada bagaimana memastikan problem pandemi ini bisa benar-benar teratasi,” katanya.

Baca Juga: Duel Panas Derbi Mataram Persis Solo vs PSIM Yogyakarta, Gibran: Aku Nonton Ning Omah

Fokus Penanganan Pandemi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait