alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Astaga! Selama Pandemi 12 Juta Remaja Mengalami Depresi, Ini Deretan Penyebabnya

Ronald Seger Prabowo Minggu, 10 Oktober 2021 | 21:26 WIB

Astaga! Selama Pandemi 12 Juta Remaja Mengalami Depresi, Ini Deretan Penyebabnya
Warga binaan penderita gangguan jiwa mengikuti lomba perayaan HUT ke-72 Kemerdekaan RI di Pusat Rehabilitasi Orang dengan Gangguan Jiwa di Yayasan Galuh, Bekasi, Jawa Barat [dok Suara.com]

Anak remaja kebanyakan mengalami depresi diangka 12 Juta orang yang masih usia produktif.

SuaraSurakarta.id - Kementrian Kesehatan mencatat orang yang mengalami gangguan jiwa atau depresi saat pandemi Covid-19, mengalami peningkatan 6,5 %.

Hal itu diutarakan oleh Plt Dirjen P2P Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu saat menghadiri Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Dunia yang berlangsung di Gedung Indra Loka, Komplek Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr Arif Zainudin, Solo.

"Jadi saat memasuki Pandemi Covid 19, peningkatan gangguan jiwa seperti depresi, mental, dan semacamnya mengalami peningkatan 6,5 %," ungkap Maxi.

Selain itu, dirinya juga menjelaskan bahwa untuk anak remaja kebanyakan mengalami depresi diangka 12 Juta orang yang masih usia produktif.

Baca Juga: PPnBM Emisi Bisa Menjadi Lompatan Beralih Gunakan Kendaraan Listrik

"Kebanyakan usia remaja, diatas 12 juta orang," paparnya.

Untuk penyebabnya, Maxi menyebut bermacam-macam faktor. Mulai keterbatasan sosial, kehilangan pekerjaan, diam di rumah. "Sebagian besar seperti itu yang mereka alami," jelasnya.

Tak hanya itu, dalam hal ini Kemenkes juga terus memberikan penekanan agar tidak terjadi penambahan pada kasus tersebut, dan akan melakukan beberapa langkah antisipasi.

"Kita akan melakukan beberapa langkah, seperti memperluas akses inovasi, dari pelayanan Telemedicine yang dikembangkan oleh organisasi profesi, dari konsultasi hingga pemberian obat," ujar Maxi.

Kontributor : Budi Kusumo

Baca Juga: Pandemi Covid-19 dan Kesehatan Mental

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait