Pikun atau Hilang Ingatan Juga Terjadi Pada Usia Produktif, Ini Penjelasan Ahli

Hilang ingatan sesaat juga sering dirasakan Anda yang masih berusiah produktif, ini penjelasan ahli

Budi Arista Romadhoni
Senin, 27 September 2021 | 09:24 WIB
Pikun atau Hilang Ingatan Juga Terjadi Pada Usia Produktif, Ini Penjelasan Ahli
Ilustrasi seseorang yang lupa. Hilang ingatan sesaat juga sering dirasakan Anda yang masih berusiah produktif, ini penjelasan ahli. [Shutterstock]

SuaraSurakarta.id - Pikun atau mengalami hilang ingatan menjadi masalah yang dialami setiap lansia. Namun yang terjadi saat ini, pikun juga dialami orang-orang diusia produktif. 

Pernah Anda berada di sebuah pesta dan tidak dapat mengingat nama orang yang Anda ajak bicara? Atau harus mengobrak-abrik rumah demi mencoba menemukan kunci kendaraan Anda? Pikiran pertama yang mungkin muncul, "Apa yang salah dengan saya?" dan "Mungkinkah saya mengembangkan Alzheimer dini atau hilang ingatan padahal belum memasuki usia pralansia apalagi lansia?"

Menurut pakar psikiatri dari Hackensack University Medical Center in New Jersey, Gary Small, MD gangguan memori atau hilang ingatan semacam ini dapat terjadi pada usia berapa pun dan bisa muncul sejak usia 20 tahun-an.

Salah satu penyebabnya, seperti dikutip dari Livestrong, Minggu (26/9/2021) yakni volume otak menyusut. Ingatan secara alami menurun sekitar 2 persen setiap dekade kehidupan, yang berarti ingatan Anda akan lebih buruk pada usia 30 tahun daripada pada usia 20 tahun.

Baca Juga:Kakek Bawa Uang Ratusan Juta dan Emas Seperempat Kg, Ditemukan Pikun Lupa Jalan Pulang

"Ini karena menyusutnya hippocampus Anda, bagian otak Anda yang menyimpan ingatan," ujar ahli saraf Majid Fotuhi, MD, PhD, di NeuroGrow Brain Fitness Center di McLean, Virginia.

Faktor lainnya, kondisi kesehatan lainnya yang mempengaruhi memori seperti tekanan darah tinggi. Masalah ini terutama di usia paruh baya dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih tinggi di kemudian hari, menurut American Heart Association.

Hipertensi yang tidak diobati menyempitkan dan menyumbat arteri di berbagai organ termasuk di otak Anda, kata Dr. Fotuhi.

Kolesterol tinggi juga beracun bagi otak Anda, memicu pembentukan protein amiloid-beta, yang berhubungan dengan perkembangan penyakit Alzheimer, menurut studi dalam Nature Chemistry pada tahun 2018.

Kondisi lain, seperti sleep apnea atau depresi yang tidak diobati, juga dapat mengganggu otak Anda.

Baca Juga:TOLONG! Kakek Tersesat di Pali tapi Bawa Uang Tunai Rp 150 Juta

Di sisi lain, ada juga perubahan hormon. Anda khususnya kaum hawa mungkin menyadari diri Anda menjadi pelupa saat hamil, atau di usia 40-an atau 50-an saat mengalami menopause.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini