Jangan Sering Dimanja, Ini Tips-tips dari Habib Syech dalam Mendidik Anak

Mendidik anak dengan pola asuh yang tepat jelas mempengaruhi perilaku anak di masa depan.

Ronald Seger Prabowo
Rabu, 01 September 2021 | 09:52 WIB
Jangan Sering Dimanja, Ini Tips-tips dari Habib Syech dalam Mendidik Anak
Syech Abdul Qodir Assegaf atau lebih dikenal Habib Syech. [Solopos.com]

SuaraSurakarta.id - Memiliki anak yang berperilaku baik dan sopan santun adalah impian semua orang tua. Tak ada orang tua mana pun yang mengharapkan anaknya nakal.

Mendidik anak dengan pola asuh yang tepat jelas mempengaruhi perilaku anak di masa depan. Tak ayal peranan orang tua sangat strategis dalam membentuk karakter seorang anak.

Para orang tua pun terkadang masih sering bertanya-tanya mengenai cara mendidik anak yang baik dan benar. Hal tersebut supaya memiliki seorang anak yang menghormati orang tuanya.

Berikut ini tips-tips dari ulama kharismatik asal Solo Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf terkait pola asuh yang perlu diperhatikan oleh orang tua saat mendidik anaknya.

Baca Juga:4 Ciri Kamu Orang Tua yang Terlalu Keras Pada Anak, Tak Ada Toleransi!

Hal terpenting dalam mendidik anak menurut pria yang kerap disapa Habib Syech itu jangan menuruti semua keinginan sang anak. Apalagi sering memanjakannya, karena hal itu akan berdampak besar pada karakter sih anak di masa depan.

Ilustrasi Anak Bersama Orangtuanya. (Pixabay)
Ilustrasi Anak Bersama Orangtuanya. [Pixabay]

Pimpinan grup Ahbaabul Musthofa Surakarta ini juga turut menyoroti kemorosotan akhlak anak-anak di Indonesia. Terutama para remaja yang sering berbuat onar di tengah masyarakat.

"Sebetulnya dalam kehidupan saat ini saya tidak bisa menyalahkan 100% pemuda-pemuda yang ada. Orang tua yang perlu kita salahkan dahulu," ucap Habib Syech melalui unggahan video di channel youtube Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Penyebab kenakalan remaja bukannya tanpa sebab. Selain karena salah pergaulan, juga didikan orang tua yang kurang tepat pada anak tersebut.

"Orang tua dulu tidak ada istilahnya rasa kasih pada anak. Kita kan sekarang sedikit-sedikit merasa kasihan. Bangunin anak salat subuh kasian, karena anaknya semalam tidak tidur. Akhirnya dia tidak salat," jelas Habib Syech.

Baca Juga:Unik Sudjiwo Tedjo Panggil Anak-anaknya dengan Sebutan Kelamin, Ternyata Ini Alasannya

"Orang tua dulu tidak ada seperti itu, langsung ambil air. Bila perlu disiramkan ke wajah sih anak," tambahnya.

Habib Syech menuturkan dampak dari seorang anak yang sering dimanja sedari kecil. Dikhawatirkan kelak sih anak tersebut tidak dapat mengontrol emosinya dan berbuat tidak senonoh terhadap orang tuanya sendiri.

Maka ada baiknya orang tua harus memiliki ketegasan dalam mendidik anaknya. Hal itu bertujuan supaya sang anak dapat menghargai dan menghormati pengorbanan orang tua dalam membesarkannya.

"Sekarang dunia lucu, zaman ini anak bisa menuntut orang tua. Pergi ke kepolisian bahwa ini orang tua tidak menjalankan hak-hak. Ini kan lucu, sampai orang tua tidak berani berbuat sesuatu kepada anak demi mendidik anak itu," tegas Habib Syech.

Kontributor : Fitroh Nurikhsan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak