alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Puluhan Ton Ikat Mati, Petani Karamba Waduk Kedung Ombo Tak Bisa Berbuat Banyak

Siswanto Selasa, 31 Agustus 2021 | 11:48 WIB

Puluhan Ton Ikat Mati, Petani Karamba Waduk Kedung Ombo Tak Bisa Berbuat Banyak
Ilustrasi ikan. (Unsplash.com/camila igisk)

Petani menduga kematian ikan-ikan tersebut akibat fenomena upweling.

SuaraSurakarta.id - Petani karamba di Waduk Kedung Ombo, Sragen, Jawa Tengah, tak bisa berbuat banyak ketika melihat ikan-ikan peliharaan mereka secara bertahap mati mendadak

Tercatat sekitar 45 ton ikan di Desa Nargosari dan Ngargotirto (Kecamatan Sumberlawang) yang mati mendadak.

Petani menduga kematian ikan-ikan tersebut akibat fenomena upweling. Wikipedia menjelaskan fenomena upwelling ialah fenomena dimana air laut yang lebih dingin dan bermassa jenis lebih besar bergerak dari dasar laut ke permukaan akibat pergerakan angin di atasnya.

Dari Desa Desa Ngargosari didapatkan laporan sekitar 20 ton ikan di karamba mati mendadak sejak dua hari terakhir. Menurut penjelasan Kepala Desa Ngargosari Sriyono ikan yang mati mendadak terjadi di Dukuh Boyolayar.

Baca Juga: Viral Video Fenomena Langka Banyak Burung Tiba-tiba Tergeletak Mati Misterius

“Ada sekitar lima petani karamba yang terdampak paling parah di wilayahnya. Total sekitar 20 ton ikan yang mati di wilayah kami. Tapi ini sudah agak mereda,” kata Sriyono dalam laporan Jatengnews, Selasa (31/8/2021).

Sedangkan dari Desa Ngargotirto diperoleh laporan sekitar 25 ton ikan yang mati. Kematian terjadi di karamba wilayah Dukuh Ngasinan.

“Fenomena ikan mati terjadi berturut-turut sejak hari Kamis hingga Sabtu. Kemungkinan faktornya upwelling karena suhu akhir-akhir ini agak dingin,” kata Kepala Desa Ngargotirto Sumadi.

Sumadi menjelaskan fenomena upwelling terjadi akibat perbedaan suhu bawah air dengan permukaan. Perbedaan suhu membuat air di dasar waduk tiba-tiba naik ke permukaan. Akibatnya, ikan di karamba mati karena kekurangan oksigen.

“Kerugian sementara ratusan juta. Mayoritas ikan nila dan tombro,” kata dia.

Baca Juga: Geger Peristiwa Aneh di Sukabumi, Banyak Burung Mati Mendadak, Ada Fenomena Apa?

Petani umumnya tak bisa berbuat banyak menghadapi fenomena ini. Yang bisa mereka lakukan hanya menggeser karamba menjauhi lokasi air yang dilanda upwelling.

Kasus tersebut sudah diketahui oleh Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Sragen Nur Sahid. Dia mengatakan petugas sudah datang ke lokasi untuk mengumpulkan data.

“Petugas telah melakukan pendataan ke lokasi. Kami menyarankan agar karamba dipindahkan ke lokasi yang aman,” kata dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait