Tokoh Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, mengaku sudah skeptis sejak awal saat Vijaya berniat mengakuisisi saham mayoritas PT PSS dari Sigid Haryo Wibisono pada 2019.
![Erick Thohir, Kevin Nugroho, dan Kaesang Pangarep jadi pemilik saham baru PT Persis Solo Saestu selaku pengelola Persis Solo. [Suara.com/dok]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/03/20/64243-pemilik-baru-persis-solo.jpg)
Aroma Politis
Ginda menyebut pengambilalihan itu kental aroma politis alih-alih membesarkan Persis Solo. Kala itu Vijaya juga hendak mencalonkan diri sebagai ketua umum PSSI.
“Saya sudah menyangsikan kalau dari dulu agenda Vijaya hanya politik saja. Sekarang dia malah melepas sahamnya meski tempur di liga saja belum,” ujar Ginda.
Baca Juga:Persis Solo: Tunggakan Gaji Pemain Bukan Tanggung Jawab Kaesang Pangarep dkk
Mantan Wakil Presiden Pasoepati ini menilai suporter perlu punya sikap agar polemik tunggakan gaji tak berkelanjutan hingga liga dimulai. Menurut Ginda, para fans bisa ikut menagih pihak Vijaya agar melunasi hak pemain.
“Vijaya punya tanggung jawab moral untuk menjelaskan apa yang terjadi. Suporter perlu terlibat kalau kasus ini nantinya berlarut-larut. Ini sudah menyangkut nama baik klub,” tutur anggota DPRD Solo itu.
Di lain pihak, Vijaya belum kunjung dapat dimintai konfirmasi hingga Jumat (20/8/2021) malam.