"Gimana, mau enggak sekolah bulu tangkis? Tanya Suratman kepada Qadafi. "Dirinya langsung menjawab mau," terang Suratman.
Dari Golden Star itulah menurut Suratman, karir Qadafi terus menunjukan prestasinya di olah raga bulu tangkis.
"Setelah beberapa kali menang di kejuaraan lokal maupun tingkat nasional, Qadafi akhirnya ditarik oleh tim di Kudus Djarum," tuturnya.
Bapak tiga anak itu, juga menambahkan job awal luar negeri Qadafi saat itu di Negara Peru, yang awalnya diajak temannya.
Baca Juga:Lazada Tutup Akun-akun Pedagang dari Luar Negeri untuk Lindungi UMKM Indonesia
"Karena di PB Djarum itu prestasi Qadafi mulai moncer. Hingga pada tahun 2009 dirinya langsung ditarik untuk melatih negara Peru bersama temannya," tambah Suratman
Tidak hanya di Peru, setelah itu Qadafi melanjutkan karirnya melatih di beberapa negara lain, seperti Brasil, Meksiko hingga kemarin menjadi pelatih Kevin Cordon.
"Alhamdulilah anak saya bisa membawa pebulu tangkis Guatemala hingga semifinal Olimpiade," paparnya.
Suratman juga mengaku, putra sulungnya itu adalah sosok anak yang penurut, kemauannya keras, dan disiplin.
"Selama ini Qadafi orang yang disiplin mau kerja keras dan tekun, penurut orang tua," kata pria berpeci putih tersebut.
Baca Juga:7 Ombak Terbesar dan Paling Mematikan di Dunia
Ketika ditanya Indonesia vs Guatamala pada kejuaraan bulu tangkis pada Olimpiade Tokyo kemarin, Ayah Qadafi ini menjawab telah menjago Guatemala.