alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Orang Tua Vino Bocah Yatim Piatu Karena Covid-19 Sempat Bangun Rumah di Sragen

Ronald Seger Prabowo Minggu, 25 Juli 2021 | 13:35 WIB

Orang Tua Vino Bocah Yatim Piatu Karena Covid-19 Sempat Bangun Rumah di Sragen
Petugas Dinsos Sragen berfoto bersama dengan keluarga Vino yang ada di Dukuh Bayanan, Desa Jambeyan, Sambirejo, Sragen, Jumat (23/7/2021).[Solopos.com/Istimewa/Dinsos Sragen]

Lina lebih dulu meninggal pada Senin (19/7/2021) dan Kino Raharjo menyusul meninggal dunia pada sehari sesudahnya di rumah sakit.

SuaraSurakarta.id - Mitro Kiman dan Panikem tak pernah membayangkan jika anaknya Kino Raharjo dan istrinya Lina Safitri meninggal dunia dalam waktu berdekatan karena terpapar Covid-19.

Lina lebih dulu meninggal pada Senin (19/7/2021) dan Kino Raharjo menyusul meninggal dunia pada sehari sesudahnya di rumah sakit.

Pilunya, keduanya meninggalkan sang anak bernama Alviano Dafa Raharjo yang menjadi yatim piatu. Bocah yang baru duduk di kursi Kelas IV SD tersebut tinggal di Kampung Linggang Purworejo RT 004, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur (Kaltim).

Sebagai infirmasi, almarhum Kino berasal dari Dukuh Bayanan RT 014, Desa Jambeyan, Sambirejo, Sragen. Sementara istrinya berasal dari Sambungmacan, Sragen.  Kino juga sudah membangun rumah berukuran 11,5 meter x 17 meter di kampung tersebut.

Baca Juga: Lowongan Relawan Nakes di Jember Sepi Peminat, Rumah Sakit Kewalahan Hadapi Covid-19

Dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com, ibu Kino, Panikem menceritakan jika Kino dan Lina merantau jualan cilok dan es di Kalimantan Timur sejak 9 tahun lalu.

Ia menyampaikan kala itu usia bocah yang biasa disapa Vino maupun Alvin itu baru hampir setahun saat diajak merantau. Setelah empat tahun merantau sempat pulang ke Bayanan.

“Rumah ini juga yang membangun Kino. Memang rumah ini diwariskan ke Kino dan keluarganya. Karena kedua anak saya sudah meninggal maka warisnya ya jatuh ke cucu saya, Alvin. Sesuai keinginan si Alvin sendiri rumah jangan diplester atau dikeramik karena biar bapaknya yang memperbaikinya,” ujar Panikem.

Panikem sangat terpukul saat mendengar almarhumah Lina meninggal karena dalam kondisi mengandung dengan usia kandungan lima bulan.

Panikem berharap saat lahir bisa pulang ke Sragen dan biarlah Kino yang merantau. Sebelum meninggal, Panikem mendapat cerita dari putra mantunya, Joko Widodo, yang sempat dihubungi Kino.

Baca Juga: Bantu Warga Terdampak Covid-19, Kapolres Bagikan Sembako

“Kino ternyata sudah menitipkan Alvin kepada pakdenya [Joko Widodo] supaya diasuh. Kino juga berpesan kepada adik saya (bibinya Kino) dan menitipkan saya dan mbah kakung [Mitro Kiman],” katanya didampingi Sumini.

Baca Juga

Berita Terkait